Selasa, 11 April 2017

Membangkitkan Tenaga Prana

MEMBANGKITKAN TENAGA PRANA DENGAN  KAFIAT NAPAS ZIKIR  ALLAH-HU

Assallammualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Olah zikir napas 7 mashab ini sebenarnya sudah sangat umum di ketahui orang orang makrifatullah dan kebathinan yaitu menggunakan rahasia kekuatan kalimat ALLAH dan kalimat HU namun mungkin hanya hakikat siapa sebenar nya ALLAH yang dia sebut dan HU ini yang belum begitu banyak orang pahami secara mendetil,pada latihan 7 mazhab ini rahasia dari 2 kalimat ini di sebutkan oleh sang guru..lalu masih menurut guru saya dulu itu,zikir napas ALLAH dan HU ini sebenarnya kekuatan nya yang paling dasar artinya masih ada 6 tingkatan lagi nama ALLAH dan HU ini yang jauh lebih tinggi nilai kharomah nya jika di latih dengan olah napas yang sesuai dan dalam tulisan saya ini akan saya sampaikan ke 7 rahasia tingkatan ALLAH dan HU ini,semoga bermanfaat bagi kesehatan kawan kawan pembaca sekalian..baiklah bang agar lebih cepat maka saya akan jelaskan satu persatu ya bang seperti berikut ini

Pertama
ALLAH...banyak orang yang melakukan olah napas dengan menyebut ALLAH tampa mereka ketahui mengapa harus menyebut bunyi ALLAH,apakah sebutan ALLAH saat menghirup napas atau menghembuskan napas maksudnya ALLAH yang di sembah itu atau menyembah ALLAH,bunyi nya sama bang..tapi makna dan perasaannya pasti akan berbeda,jika kita tidak tau mana di antara dua makrifat tadi maka olah napas zikir kita akan menjadi kacau balau bang..kalau lagi untung akan jadi obat tapi lebih banyak tak beruntungnya latihan itu akan menjadi penyakit.
kalau saat menghirup napas kita menyebut kalimat ALLAH yang maksudnya memasuk kan zat yang di sembah itu kepada diri kita maka latihan seperti akan sangat berbahaya bang bagi diri orang tersebut karena dia sama dengan memasuk kan yang besar ke dalam yang kecil,tentu tidak kan pernah bisa bang..ibarat memasuk kan gajah kepada lobang botol.
penjelasan sederhana nya begini...ALLAH yang dia sebut adalah zat yang dia sembah,DIA itu akbar/maha besar dan kita yang melakukan latihan adalah yang menyembah makna nya kita lah yang maha kecil..jadi sangat sulit untuk mendapatkan kekuatan dengan olah zikir napas seperti ini bang,seharusnya yang kecil lah yang bisa dan mudah masuk ke dalam yang besar..jadi dalam latihan yang benar nya adalah kita menghembuskan napas dengan menyebut kalimat ALLAH bukan menghirup napas,saat menghembuskan napas begini maka kita rasakan lah bahwa diri kita masuk ke dalam ke maha besaran ALLAH tadi.

Kedua
HU...sangat banyak bang dalam ayat ayat kitab suci alquran surat yang membunyikan kalimat HU ini,di antara nya QUL HUWALLAHHU AHAD,ALLAH HUSSOMAD...surat lainnya ALLAH HU LA ILLAHAILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM,pokoknya selalu ada kalimat HU di depan kalimat nama ALLAH,siapakah HU ini.. ?apakah dia nama tuhan juga atau nama makhluk tuhan,hal ini perlu kita ketahui bang agar posisi antara kita dengan tuhan saat melakukan olah napas zikir ini jelas sehingga tidak terjadi saling merampas haq antara tuhan dan kita.
guru saya dulu mengatakan..kalimat ALLAH itu lah zat dan HU itu sipat,..makna lain ALLAH lah nurrullah dan HU itu nur muhammad,tambahan pengertian selanjutnya ALLAH itu sang maha pemberi dan HU itu lah yang meminta nanti jika telah mahir dalam latihan olah zikir napas 7 mashab ini maka akan terlihat bang bahwa ALLAH adalah tuhan dan HU itu kekuatan tuhan...jadi oleh sebab itu kita menghirup napas dengan menyebut kalimat HU karena kita meminta hidup,meminta kesehatan,meminta obat,meminta kekuatan..kita menarik kekuatan tuhan yang ada dalam HU tersebut...

sempurna nya gerakan zikir napas 7 mashab seperti berikut
berdiri dengan kedua kaki ter buka sekitar satu jengkalan tangan orang dewasa..lalu kedua telapak tangan masih bergantung lurus di samping badan namun telapak tangan telah di buka..mulai lah menghirup napas dari hidung dan saat memulai menghirup kedua telapak tangan di angkat seperti orang tengah berdoa,sampai di depan dada maka napas pun harus sudah terhirup semua nya,lalu hembuskan melalui hidung..lakukan cara ini dua kali ulangan..lalu pada hembusan ke empat maka napas di hembuskan melalui mulut dan saat napas keluar dari mulut hembusannya di bentuk huruf allah ( seperti menulis huruf allah dengan hembusan napas mulut) lakukan latihan seperti ini sebanyak 7x ulangan ya bang...biasanya pada ulangan ke 4 maka mata akan mulai melihat percikan percikan cahaya kecil seperti debu..nah itu sebenarnya nur muhammad tadi bang..kalau sudah nampak begini hirup percikan percikan cahaya tersebut dalam latihan berikut nya.

MAZHAB BERIKUTNYA (RAHASIA ALLAH DAN HU TINGKAT KEDUA)

kalimat ALLAH pada tingkatan ini akan bernama QODRAT dan HU akan bernama IRADAT.
maaf bang..ini mohon agak hati hati sedikit dalam mengamalkannya karena biasanya saat melatihnya akan timbul tekanan tekanan yang cukup kuat ke arah badan..maksudnya badan akan menjadi memiliki getaran getaran listrik dan jika terlalu asyik maka benda benda di sekitar nya terkadang mudah terpental dan rusak..mungkin pada tingkatan ini akan lebih cocok bagi orang orang yang senang dengan ilmu ilmu bela diri,jadi bagi yang berniat untuk kesehatan jasmani dan rohani zikir napas bagian ini boleh di langkahi saja maksudnya tidak di lakukan.
QODRAT wujud zahir nya adalah huruf alif dan IRADAT wujud zahir nya adalah mim....jadi hiruplah yang dalam melalui hidung sampai di tekan di bawah pusat,posisi badan duduk dengan kaki di lipat di bawah pantat,saat napas sudah di bawah pusat maka tahanlah napas dan mulut di tutup,lalu ucapkan huruf 'mim' dengan nada panjang,suara bergumam...setelah tidak tahan maka hembuskan napas melalui mulut sambil menyebut dengan bersuara huruf 'alif ' sampai napas habis keluar semuanya.posisi kedua tangan berada di atas kedua paha...setelah napas normal kembali maka ucapkanlah " allah qodrat,hu iradat".lalu ulangi kembali latihan seperti ini beberapa kali sesuai dengan kebutuhan kita saja jumlah ulangannya.
MAZHAB TINGKAT KETIGA
kalimat qodrat akan berubah menjadi HAQ dan kalimat iradat akan berubah pula menjadi HIQ
zikir tingkat tiga ini lebih berat bang karena betul betul memasuk kan wujud wujud kekuatan allah ke dalam serat serat tubuh nya,pada masa awalnya zikir napas tingkat tiga ini hanya di lakukan dalam kelambu tidur bang,karena olah napas zikir ini sangat di rahasia kan..konon menurut yang saya dengar zikir ini sangat mirip dengan suara auman lebah yang sangat ramai jika sudah menyatu dan asyik di lakukan oleh seseorang,dulu kalau saya lagi takut keluar rumah untuk melatih nya sebab di kampung saya jam 8 malam saja sudah sangat sepi bang..lampu PLN pun belum masuk waktu itu dan yang paling saya takutkan harimau liar sering masuk kampung kalau malam hari bang..hehe..jadi saya lakukan betul dalam kelambu sendiri..pernah sampai asyiknya abah saya keluar dan mengejar masuk ke kamar saya bang karena kelambu tidur dan kamar saya yang tebuat dari papan bergetar dan bergoyang goyang seperti terkena gempa,setelah saya di tegur abah saya saya hentikan zikir olah napasnya dan goyangan seperti gempa pun berhenti...zikir nya begini bang
'duduk bersila..lebih bagus setelah selesai sholat malam dengan pakaian kain sarung agar lebih longgar tenaga yang akan menghampiri kita,kalau pakai celana biasanya kekuatan yang datang akan terasa mengikat kuat ke badan sehingga jika memakai celana kita akan kesakitan.
tata cara nya tidak menghirup napas tetapi menghentak kan napas..proses nya begini " mulut di tutup,sedapat mungkin jangan menghirup napas panjang dari hidung,artinya napas yang ada dalam mulut saja yang di kelola..katakan kalimat HAQ di ucapkan sambil di tekan ke arah perut ( di tekan sambil di ucapkan dengan berguman sebab mulut tertutup biasanya perut akan bergerak mengembung) setelah di sebut HAQ maka mengejan lah ( maaf saya tak tau bahasa jakarta nya 'mengejan' ) dengan mengejan maka dubur akan tertarik ke atas..saat mengejan ini berguman lah dengan ucapan HIQ..lakukan berurutan dengan irama hentakan yang serasi maka akan terdengar kekuatan bunyi HAQ,HIQ,HAQ,HIQ secara bergantian dan tubuh akan mengeluarkan getaran yang sangat kuat..semakin khusuk maka akan semakin cepat suara zikir ini terdengar...semakin cepat maka kita akan segera memasuki alam fana sebuah alam spiritual yang di penuhi oleh berbagai hal hal ghaib..kalau boleh saat latihan zikir napas tingkatan ini tolong siapkan jam weker bang..karena kalau tidak ada yang mengingatkan maka kita akan hanyut berjam jam tampa sadar dalam melakukannya sampai terjadi hal seperti yang saya alami barulah kita dapat menghentikannya,jadi kalau ada jam weker kita kan dapat menentukan waktu latihannya.

MAZHAB KE EMPAT
Qodrat maujud kepada HUWA dan iradat maujud kepada HUWANG..posisi latihan zikir napasnya adalah berdiri dengan kedua betis kaki agak sedikit terbuka dan di rendahkan,kedua tangan berada bertumpuk di atas ubun ubun kepala,telapak tangan kiri sebelah bawah dan telapak tangan kanan di tumpuk di atas telapak tangan kiri,posisi nya seperti tengah menjunjung sesuatu.
huwa menurut guru saya dulu adalah kekuatan taqdir yang tak bisa di ganggu gugat artinya huwa adalah kekuatan allah dalam berkehendak yang tidak dapat satu pun makhluk menyangkalnya,jadi makrifatullah kita di saat menyebut kalimat huwa adalah fana/pasrah dan meyakini bahwa sekuat apapun ilmu,usaha dan doa tidak akan mampu merubah kehendak yang telah allah tetapkan,dengan merasa begini maka latihan zikir napas ini akan menjadi tampa nafsu apapun,kita lakukan hanya sekedar karena ingin berikhtiar saja untuk sembuh namun jangan sekali kali kita meyakini latihan ke empat ini akan merubah qodrat illahi yang telah di tetapkan kepada kita...orang sini menyebutnya dalam kondisi fana.
sedangkan HUWANG...adalah kehendak makhluk yang telah allah serahkan total kepada makhluk itu untuk bertanggung jawab ke atas kehendak tersebut,dalam arti umumnya huwang adalah kekuatan kehendak dan kumpulan segala keyakinan dan kepercayaan yang makhluk itu bisa..maka di saat menyebut kalimat huwang dalam olah zikir napas nanti segala keyakinan akan apa yang kita lakukan harus teguh,kokoh dan tak ada satupun makhluk lain yang dapat menggoyahkannya...huwang ini wujud nya adalah menjaga nyawa yang telah allah berikan kepada kita,nyawa kita celaka atau selamat itu di serahkan kepada makhluk untuk menjaga nya sampai datang nanti huwa allah yaitu kematian,sebelum huwa itu datang maka makhluk memiliki huwang/kehendak yang telah di serah terima kan kepada makhluk tersebut...posisi lengkapnya seperti ini
'berdiri dengan posisi seperti yang telah saya jelaskan di atas..hirup napas dengan lembut melalui hidung dan tahan di dada dengan membayangkan segala kekuatan kehendak masuk dan berkumpul di dalam badan kita,agar napas tidak masuk ke perut maka saat menghirup perut di kempiskan sehingga napas hanya akan berkumpul di dada,saat napas telah di dada maka dengan suara tenggorokan sebutlah kalimat 'huwang' dengan pelan pelan dengan jumlah sampai mulai sesak karena kekurangan napas,lalu hembuskan napas melalui mulut,gigi di rapatkan saat napas keluar dan bergumanlah menyebut kalimat 'huwa'saat menghembuskan ini tolong di rasakan segala kehendak kita masuk kepada kehendak yang lebih besar,satu lagi saat napas terhembus kedua telapak tangan yang bertumpuk di atas ubun ubun kepala di tarik menggeser ke bagian tepi kepala hingga telinga dan berakhir di samping leher.
untuk kesembuhan penyakit asam urat,diabates,reumatik..sebaiknya latihan ini di ulang sebanyak 5 kali ulangan.

MAZHAB ZIKIR NAPAS KE LIMA
HUWA,,akan maujud kepada rasa/perasaan hidup..dalam kalimat nya rasa hidup ini di sebut dengan HUWALLAHU sedangkan huwang akan maujud kepada HUWALLAZDI..zikir mazhab ke lima ini sering di sebut zikir kekuatan lidah karena gaya berzikirnya memanfaatkan gerak kan lidah secara khusus,dalam kepercayaan guru saya lidah itu adalah tali jantung nya hati,artinya semua urat urat halus di ujung lidah itu tersambung langsung kepada bagian hati tubuh manusia baik hati yang wujud maupun hati yang sirr/halus.
posisi zikir nya duduk di kursi sehingga kaki dapat berjuntai menginjak tanah,kedua telapak tangan di biarkan terurai di samping badan ke bawah juga,saat akan memulai zikir ini maka ayunkan lah ke depan dan kebelakang kedua tangan tersebut dan mulai lah melakukan zikir nya yaitu sebutlah kalimat huwallahu dengan lidah menyentuh langit langit mulut saat mengeucapkan huruf "LAM"..dan saat menyebut 'LAHU' lidah di lepaskan dari menempel di langit langit sehingga secara otomatis akan ada napas yang terhembus ke luar,bergantian setelah menyebut huwallahu menyebut kalimat huwallazdi..semakin lama kawan kawan melakukannya maka di mulut kawan kawan akan mengalir hawa dingin yang sangat sejuk..jika telah sejuk hiruplah kesejukan itu hingga masuk kan ke dalam jantung,kawan kawan akan merasakan satu ketenangan yang luar biasa...sebaiknya di lakukan latihan in i pada malam hari apalagi di malam malam bulan suci ramadhan,rasa damai yang di hasilkannya sangat terasa sekali.

MAZHAB ZIKIR NAPAS KE ENAM
HUWALLAHU maujud kepada ALIF dan HUWALLAZDI maujud kepada "YA"..alif berdiri di tiang khursani diri,ibu nya bernama arasy dan bapaknya bernama khursy..wujud nya dalam badan manusia adalah tiang khursani itu adalah tulang punggung belakang yang bengkok sedikit,ibu nya adalah tulang shulbi (tulang yang berbentuk angka 8 di atas dubur manusia dan bapaknya adalah tulang tengkuk/tulang leher belakang,,kalau tulang khursani tidak di asuh dan di rawat baik oleh ibu dan bapaknya maka tulang khursani itu akan menjadi tulang buangan,mudah sakit sakitan dan lemah,dalam zikir napas mazhab ke enam ini ibu dan bapak tulang alif ini akan mengasuh dan memberikan perhatian yang baik.
sedangkan kalimat "YA" adalah pengunci penyakit dari segala pintu masuk di badan manusia,sehingga dengan melakukan zikir napas "YA" ini insyaallah penyakit akan sulit masuk ke dalam badan orang yang melatihnya.
posisi zikir napas mazhab ke enam ialah....napas di renggangkan,maaf mungkin kawan kawan dari pulau jawa atau pun yang telah lahir di kota belum pernah mendengar napas renggang ya atau merenggangkan napas,ini saya yakin bahasa asli dari kampung saya yaitu orang yang menguap saat mengantuk maka di sebut napas renggang atau merenggangkan napas..maaf bukan saya sok tau tetapi sebenarnya saat kita menguap itu napas yang keluar bukan dari lambung tetapi udara uap dari tulang khursani,coba kawan kawan menguap saat ngantuk rasakan pelan pelan pasti ada terasa tulang punggung tertarik atau berdenyut sedikit,sebenarnya udara uap dari tulang khursani saat kita menguap ngantuk itu sangat banyak gunanya jika pandai mengolahnya..lengkap nya begini..lakukan gerakan mulut seperti menguap saat mulut terbuka itu cobalah kawan kawan ucapkan kalimat "ALIF" dengan bunyi panjang...AAALLIIFF. (posisi badan bebas) hirup napas kembali lalu sebut huruf " YA" dan saat menguap sebut kembali huruf alif dengan tajwid panjang..lakukan berulang ulang sampai tulang punggung kawan kawan terasa hangat dan mengeluarkan keringat halus..ambil sedikit dengan jari keringat halus di bagian tulang sulbi lalu ambil juga keringat halus di bagian tengkuk leher belakang lalu oleskan kembali ke tulang punggung belakang,hal ini akan membuat tulang khursani kawan kawan menjadi kuat,tidak mudah terkilir dan secara jasmaniyah pintu pintu penyakit sebanyak 366 lubang di seluruh pori pori akan tertutup oleh hawa hangat tulang khursani kawan kawan...insyaallah badan akan sulit untuk sakit.

MAZHAB ZIKIR NAPAS KE TUJUH
ALIF maujud kepada kalimat bismillahirrahman nirrahim dan YA akan maujud kepada kalimat innalillahi roji'un...bismillahirrahman nirrahim sebagai permulaan hayyat/hidup dan innallillahi rojiun sebagai penutup hayyat/hidup..kita memulai meminta hidup yang selamat,hidup yang sehat,hidup yang ber ilmu,hidup yang bermanfaat maka hiruplah napas dengan mengucapkan kalimat bismillahirrahman nirrahim,bacaan dan hirupan napas harus seimbang,maksudnya dari mulai menghirup maka mulai juga membaca dan saat napas habis terhirup juga habis bacaan bismillahirrahman nirrahim nya..tahan napas beberapa saat dan rasakan sipat hidup dalam diri kita,rasa hidup adalah rasa bahagia..kalau boleh saya sedikit menggambarkan,rasakan lah aroma kopi bagi orang yang menyukai kopi walau tampa kopi..jika dapat merasakannya maka itu lah rasa hidup..silahkan kawan kawan praktek kan dengan rasa hidup tadi yaitu rasakan satu pengalaman yang sangat membahagiakan dalam hidup kawan kawan saat menahan napas itu...lalu hembuskan napas melalui mulut dengan mengucapkan innallillahi rojiun dengan bacaan dan hembusan napas seimbang juga,lakukan berulang ulang kali sampai kawan kawan mendapatkan rasa hidup itu/dapat merasakan hal yang sangat bahagia..posisi badan dan tangan bebas dan boleh dalam posisi apa saja.

Silakan diamalkan.

Jumat, 31 Maret 2017

Sholatu daim

*Sholat Seorang Sufi*
بسم الله الرحمن الرحيم

Shahibul Karib
Air Mutlak:
Penyucian hanya bisa dilaksanakan dengan Air Mutlak. Kejernihannya meliputi setiap lapisan alam. Asal air adalah satu pada tahap Yang Ghaib, apabila ia menyatakan penzahirannya maka timbullah pelbagai warna yang terpelihara dari asal yang satu itu. Inilah Air yang hakiki. Bersucilah dengannya di dalam SirulLah.

Hadath:
Makna hadath dari kacamata kesufian ialah wujud selain Allah ( wujud ghairuLlah). Hadath ini mesti dibersihkan dengan Air Mutlak di dalam SirulLah. Apabila telah bersuci dengan air tersebut, maka barulah layak untuk memasuki pintu Majlis Tuhan itu. Jika masih lagi ada wujud ghairulLah, maka belumlah lagi dikatakan bersuci dan masih menanggung hadath. Bersihkanlah diri dengan Air Mutlak dengan sebersih-bersihnya sehingga tiada lagi yang kelihatan melainkan Allah Yang Maha Esa sahaja.

Hadath Kecil:
Menghilangkan hadath kecil dari sisi kerohanian ialah:
Fana’ dalam 7 sifat:

1. Qudrat
2. Iradat
3. Ilmu
4. Hayat
5. Sama’
6. Bashar
7. Kalam
Hadath Besar:
Menghilangkan hadath besar dari sisi kerohanian ialah:
Memfanakan diri seluruhnya. Apabila telah bersih suci daripada hadath besar ini barulah dikurniakan bisa ‘melihat Allah’ dengan segala KeagunganNya dan KemulianNya. Bermandilah dengan Air Mutlak ini dengan niat:

• Laa fa’il illallah – tiada yang berbuat melainkan Allah
• Laa hayya illallah – tiada yang hidup melainkan Allah
• Laa maujuda ilallah – tiada yang maujud melainkan Allah

‘Man arafa nafsahu, faqad arafa Robbahu, man arafa Robbahu, fasadal jasadu’ – Siapa yang mengenal dirinya rata-rata, kenallah dia Tuhannya, siapa yang kenal Tuhannya, fanalah jasadnya, sehingga basah kuyup seluruh dirimu dengan Air Mutlak itu oleh pentajallian Al-Haq, dan dengan Air Mutlak itu jua dirimu terserap dalam CintaNya yang mendarah-daging dalam seluruh tubuhmu – “Ke mana engkau memandang, di situlah WajahKu”.
Sholat diambil daripada perkataan Washlat (ertinya tersangat hampir). Sholat daripada fahaman sufi maknanya ‘Pertemuan’ atau lebih tepat lagi ialah ‘Penyatuan’. Manakala wudhu maknanya ‘Perpisahan’.
Solat digolongkan kepada 2 bahagian:
1. Sholat Syari’at
2. Sholat Hakikat (Da’im)

Sholat Syari’at:
Solat ini mempunyai tatacara dan hukum-hukum tertentu. Kiblatnya mengarah kepada Ka’abah di dalam Masjidil Haram. Tertakluk kepada lima waktu sehari semalam. Wajib dikerjakan dengan seluruh tubuh yang zahir.
Sholat Hakikat:
Sholat Hakikat atau sholat Da’im adalah sholat yang berkekalan – tidak putus dan tidak tertakluk kepada waktu dan tempat, tidak ada perbuatan, tidak ada bacaan. Da’im adalah juga namanya Wustha ertinya yang di tengah-tengah, maka ianya dilaksanakan hanya pada hati. Namun begitu, Sholat Da’im atau Wustha ini tidak boleh dipisahkan dengan Sholat Syari’at. Mengerjakan sholat syari’at sahaja tanpa hakikatnya adalah pincang. Dan begitu pula mengerjakan solat hakikat sahaja tanpa syari’at adalah binasa. Justru itu, Solat Da’im ini harus disepadukan dengan Sholat Lahiriyah.
Intisari Solat Da’im | Wustha
Kiblat:
Tidak di Timur dan tidak pula di Barat. Ianya menghala dari tengah (Roh) menghadap ke Wajah Allah (SirulLah).

Berdiri:
Berdiri (mula) di Alam Mulki dalam takluknya Alif. Sebelum jatuhnya niat, Alif itu wujud memakai 7 sifat ma’ani: Wujud, Hayat, Ilmu, Qudrat, Iradat, Sama', Bashar dan Kalam.

Niat:
Maksudnya dari sisi kesufian: melenyapkan diri dari diri. Dalam takluk rahsianya Alif yakni Titik Hati. Tujuan niat ini adalah untuk memulangkan kesemua sifat amanah kepada Al-Haq.Beradanya niat ialah di antara Alam Mulki dan sempadan Alam Malakut. Niatnya ialah:

La maujud
La haiyu
La ‘alimu
La qaadiru
La muridu
La sami’u
La bashiru
La mutakalimu
Fil haqiqati illaLah.

(tidak ada yang maujud, tidak ada yang hidup, tidak ada yang tahu, tidak ada
yang kuasa, tidak ada yang kehendak, tidak ada yang dengar, tidak ada yang
lihat, tidak ada yang berkata-kata pada haqiqatnya melainkan Allah)

Takbiratul Ihram:

Di sini maksudnya, berpisah dari Alam Mulki dan fanalah hamba ketika mengucapkan ‘Allahu Akbar’. Hanya sifat ‘yang menyembah’ sahaja yang tinggal sebagai penzahiran wujud Allah – ‘Yang Disembah’. Ia bergerak dengan gerak Allah. Ia berkata-kata dengan kata-kata Allah. Takluknya dalam rahsia Titik bagi Alif – ‘Tiada’. Seperti kata Abu Yazid Bustami, “Ariftu Robbi bi Robbi’ (Aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku).

Membaca Fateha:
Ketika membaca Fateha, terbukalah Pintu Alam Malakut bagi ‘yang menyembah’. Dia menyaksikan kalimah Allah melalui penyingkapan (syuhud) akan firman Allah; “Malikiyauu middin” di dalam Kerajaan Allah Ta’ala. Dari takluknya ‘Tiada’ ia menjadi Titik dari NurNya (Nur Muhammadi). Dengan Nur Muhammadi inilah ‘yang menyembah’ mengenal dirinya – ‘man arafa nafsahu’ - sebagai ‘RohNya’ yang pernah dihimpunkan di Alam Lahut semasa Adam baru sempurna kejadiannya, yakni ketika Jibril menepuk tulang sulbi Adam, maka keluarlah semua roh anak cucu Adam dari tulang sulbi Adam itu. Adapun ‘RohNya’ itu pada hakikatnya adalah satu jua, iaitu daripada SirulLah. Roh anak cucu Adam itu hanyalah bayangan (menumpang) dari RohNya. Tanpa hadirnya Nur Muhamadi, ‘yang menyembah’ tak mungkin bisa berhadap di depan Allah Ta’ala. Dengan perwujudan Nur Muhammadi inilah maka ‘yang menyembah’ berdialog dengan Allah Ta’ala secara langsung “Kepada Engkaulah kami sembah dan kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tujukilah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan mereka yang Engkau berikan ni’mat, bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai, dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.” Maka diAminkan akhir Fateha itu oleh para malaikat dari setiap 7 lapis langit iaitu dari: Alam Mulki, Alam Malakut, Alam Jabarut, Alam Bahut, Alam Lahut, Alam Hahut dan yang tertinggi sekali ialah Alam Al-Insan yang di sinilah kemuncaknya Sholat itu. Adapun maksud ‘jalan yang lurus’ bagi kalangan sufi ialah Mi’raj. Sebagaimana sabda Nabi saw; “Sholat itu adalah mi’raj bagi mukmin”. Tujuan Mi’raj itu ialah Penyatuan, yakni kembalinya ‘yang menyembah’ kepada ‘Yang Disembah’.

Rukuk:
Takluknya kepada huruf 'Lam' terzahirnya dari Alif - 'yang menyembah' menampakkan 'Yang Disembah'. Alif adalah Kanzun Mahfiyyan (Yang Tersembunyi). Yang Tersembunyi ingin dikenali maka dizahirkan Lam sebagai tabirnya. Sabda Nabi saw, "Dirikanlah sholat seolah-olah kau melihat Allah". Dan kata para Ariffin, "Siapa yang kenal dirinya, kenallah Tuhannya." 'Yang menyembah' dinatijahkan seperti 'angin', manakala tatkala 'yang menyembah' pada posisi berdiri tadi, natijahnya adalah 'api' - fana dalam wujud. Api itu sifatnya membakar - yakni melenyapkan keakuan diri. Pada tahap 'rukuk' ini, 'yang menyembah' berada dalam suatu tarikan yang tersangat kuat dari Nur Muhammadi. Justeru itulah ianya dinatijahkan kepada angin (tunduk dan menderu). 'Yang menyembah' ditarik masuk ke dalam Alam Jabarut dan berpisah dari Alam Malakut. Justeru itulah kata para Ariffin, "Barangsiapa mencari Tuhan di luar dirinya, nescaya akan sesat."Pada tahap ini 'yang menyembah' melepasi kalbunya dan yang tinggal padanya adalah RohNya yang akan naik ke lapisan yang lebih tinggi untuk kembali kepada Tuhan. Alam Jabarut adalah sempadan yang menghubungkan Perbendaharaan Wujud (batas larangan yang tak bisa ditembusi melainkan kepada Nur Muhammadi) di antara yang 'maujud' - 'yang menyembah'. 'Yang menyembah' mengenal dirinya di Alam Jabarut, maka tersingkaplah baginya seluas-luasnya wujud Allah tanpa tabir bahawa 'yang menyembah' telah bersatu dengan 'Yang Disembah'. Maka bertasbihlah 'yang menyembah', "Maha suci Tuhanku yang Maha Agung dengan sifat kepujiannya."
Harap maklum, jika difahami pengertian bersatu dengan 'Yang Disembah' yang dimaksudkan di sini bukanlah mengambil kefahaman 'Hulul' sebagaimana yang diyakini oleh Mansur Al-Hallaj. Yang lebih ditekankan di sini ialah Wahdatus-Syuhud (Kesaksian Penyatuan)
I'tidal:
'Yang menyembah' adalah yang dibangkitkan - ‘Yang menyembah’ masuk dalam ‘Pintu Kematian.’ “Matikanlan dirimu sebelum mati”. Di sini juga ertinya ‘waqaf’ (sementara) dalam Solat.

Sujud Awal:
Takluknya kepada huruf 'Lam' - juga huruf 'Mim'. Sabda Nabi saw, "Aku dizahirkan ke dunia dalam keadaan sujud". 'Yang menyembah' dinatijahkan kepada air. Air adalah sumber kejadian Alam Mulki. Arasy Tuhan berada di atas air. Maka 'yang menyembah' dinatijahkan kepada air, kerna di sinilah 'yang menyembah' sampai di Alam Bahut. Alam Bahut adalah Pembatasan Terakhir Segala Penzahiran, atau seumpama ungkapan Syekh Akbar Ibu Arabi; Syajaratul -Kaun (Pohon kejadian) atau sebutan yang sering juga disebut - Sidrahtul Muntaha. Pada tahap ini 'yang menyembah' adalah RohNya yang di dalam Sirr. Sabda Nabi saw ketika mi'raj baginda melihat Wajah Allah, "Aku tidak tahu di manakah aku berada". Pada tahap ini juga 'yang menyembah' menyerap kepada 'Yang Disembah' seolah-olah 'yang menyembah' itulah 'Yang Disembah,' 'Yang Disembah' itulah 'yang menyembah, - yang pada hakikatnya wujud terurai dalam fana fil sifat dan lebur dalam fana fil zat – ‘Melihat Allah dengan Allah’ – maka ‘yang menyembah’ diberikan pengetahuanNya – Ana al-Haq (Akulah Yang Benar’). Dari sisi tahap ini, lihatlah kepada ‘Basmalla’. Hanya ‘Ba’ dalam Basmallah sahaja yang tercantum dengan Alif. Sabda Nabi saw; “Seluruh kitab Al-Qur’an itu terkandung dalam Al-Fateha. Dan seluruh Al-Fateha itu terkandung dalam Basmallah. Dan Basmallah terkandung dalam huruf ‘Ba’. Dan rahsia ‘Ba’ itu adalah Titik di bawahnya” – Inilah yang dimaksudkan oleh Syekh Ibnu ‘Arabi Wujud Kesatuan – Wahdatul Wujud. Maka bertasbihlah ‘yang menyembah’, “Maha suci Tuhanku yang Maha Mulia dengan sifat kepujian-Nya.”
Duduk Di Antara Dua Sujud:
Takluknya pada huruf ‘Ha’ besar dan juga ‘Ha’ kecil (maksudnya selepas huruf Jim). ‘Yang Menyembah’ telah pun dikurniai ‘Baqa’ setelah fana fil sifat dan fana fil zat. Dengan dikurniai ‘Baqa’, barulah ‘yang menyembah’ dapat memasuki Perbendaharaan Rahsia Tuhan – Ilahiyat - pada sujud yang akhir nanti, sebagaimana diistilahkan oleh para Ariffin melalui tiga tahapan; Ahadiyat, Wahdat dan Wahidiyat. Pada tahap ini ‘yang menyembah’ berada di Alam Lahut – Alam Tiada, yang tiada sesuatu pun yang tercipta, tiada awal dan akhir, ‘yang menyembah’ menyaksikan kekosongan tanpa perbatasan, dan disinilah awalnya Diri yang kemudiannya dizahirkan sebagai Adam. Di kalangan sufi, ianya juga diistilahkan ‘Negeri ‘Adami’. Diri (‘yang menyembah’) dinisbahkan kepada air yakni Air Mutlak, atau kata lainnya – inilah asal-usul manusia dari alam tiada ‘La’. Pada tahap ini juga ‘yang menyembah’ adalah di dalam SirrNya – RohNya dalam keghaiban Nur Muhammadi. Haqiqat RohNya adalah Nur Muhammadi. Di sinilah ia bermunajat; ‘Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah darjatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, afiatkanlah aku dan maafkanlah aku.”

Sujud Akhir:
Takluknya pada rahsia huruf ‘Ha’ – yang tak kelihatan atau bunyi dihujungnya ‘Hu’ dan juga huruf ‘Mim’. Pada tahap ini ‘yang menyembah’ berada di Alam Hahut’ pada nisbahnya air yang di bawah ‘Arasy Tuhan – tersangat hampir. Yang tinggal pada ‘yang menyembah’ adalah SirulLah. Di dalam Sirr, inilah Aku. Kata Ahli Sufi, ‘Air dalam gelas, tak dapat dibedakan lagi. Air itulah gelas. Gelas itulah air.” ‘Yang menyembah’ itulah ‘Yang Disembah’ dalam gedung makrifat, bukan dalam gedung syari’at, gedung thariqat dan gedung haqiqat. Fahamkanlah ini ‘Yang menyembah’ tidak bisa menjadi ‘Yang Disembah’ dalam erti haqiqat. Ini hanya pada makrifat semata-mata. Ingatlah, bukan fahaman hamba yang bertukar menjadi Tuhan. Camkan air di dalam gelas, bersatu dalam kejernihan. Lihatlah pada ‘ombak’- ombak hanya pada nama yang jauharnya adalah air yang bergelora. Kata Al-Hallaj, “Tiada yang di dalam jubahku melainkan Allah” hanya dimengertikan sebagai ucapan Irsyadat. Dan juga sabda Nabi saw; “Aku melihat Allah pada rupa seorang pemuda yang tersenyum”. Di sini ‘yang menyembah’ terus bertasbih, “Maha suci Tuhanku yang Maha Mulia dengan sifat kepujianNya.”
Pada sujud akhir inilah, ‘yang menyembah’ memasuki Wilayah Ilahiyat: Ahadiyat, Wahdat dan Wahidiyat.
1. Ahadiyat – Zat Mutlak atau Zat wajibal wujud
2. Wahdat – Zat Yang Maha Esa
3. Wahadiyat – ILAH - Zat yang maha kaya daripada tiap-tiap sesuatu yang lain dan sesuatu yang lain memerlukannya. Zat ingin dikenali sebagai Kanzun Mahfiyyan. Di sinilah terbitnya ungkapan ‘Kun’ jadilah maka jadilah ia.

Duduk Tahiyat Akhir:
Takluknya pada huruf Dal. Pada tahap ini ‘yang menyembah’ berada di Alam Al-Insan, dinisbahkan kepada tanah ketika ia duduk – dalam kesempurnaan. Dia yang mengenal dan Dialah yang dikenal pada akhirnya. Dialah yang turun dan naik dalam mi’raj. “Rahsia Insan RahsiaKu, RahsiaKu Rahsia Insan” Di Alam Insan, ‘yang menyembah’ diliputi dengan Wujud, Ilmu, Nur dan Syuhud, maka Zat adalah rahsianya, Sifat adalah ruhnya, Asma’ adalah qalbunya dan Af’al adalah tubuhnya. Di sinilah ia mengucapkan Selamat sejahtera (baca: tahiyat) ke atas Nabi dan rahmat Allah dan keberkatanNya. Juga kepada hamba-hamba yang solihin sekaliannya.Dialah yang menyaksi dan dialah yang naik saksi tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.

Salam:
“Salamun qaulam mir-robbir- rohiim”. Inilah salam ahli syurga. Syurga inilah yang dinikmati oleh ‘yang menyembah’, yakni syurga yang di dalamnya tanpa bidadari, sungai, buah-buahan dan pepohonan. Di syurga inilah ‘yang menyembah’ terlena memandang Wajah Allah.

Kamis, 30 Maret 2017

Risalah Marifat

MUKADIMAH
----------------------
1) Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahi fii kulli hiinin, wa awqaat, wash sholaatu 'ala rosuulihi asyrofil kholqi wal bariyyaati
----------------------------------------
2) Bismillahirrohmanirrohim : disunahkan membaca basmalah disaat hendak mengerjakan semua pekerjaan yang tidak dipandang hina. Jika lupa membacanya pada permulaan pekerjaan, maka boleh membaca di tengah-tengahnya dengan bacaan : Bismillahi awwalahu wa akhirohu
----------------------------------------
3) Alhamdulillahi fii kulli hiinin : segala puji bagi Allah di setiap waktu, yakni segala waktu, baik yang berjangka pendek maupun panjang.
----------------------------------------
4) Wa awqaat : dan di setiap masa, yakni masa yang terbatas lamanya.
----------------------------------------
5) Wash sholaatu 'ala rosuulihi : salawat atau rahmat, yakni belas kasihan, baik dari Allah maupun selain-Nya, tercurahkan kepada Rosul-Nya saw yang diutus untuk semua mahluk.
----------------------------------------
6) Asyrofil kholqi : mahluk yang paling mulia, yang dimaksud mahluk adalah semua yang diciptakan oleh Allah berdasarkan kehendak-Nya dan dituntut oleh hikmah-Nya.
----------------------------------------
7) Wal bariyyaati : dan semua hamba ciptaan Allah lainnya, yakni semua mahluk secara mutlak atau yang ada di bumi. Pada garis besarnya baginda kita, Nabi Muhammad saw adalah mahluk Allah yang paling utama secara mutlak.
----------------------------------------
8) Bermula syariat tariqat hakikat dan makrifat itu terlalu mulia, Itulah pakaian Wali Ambiyya, Barangsiapa dapat asalnya, Bolehlah membawa badan serta nyawa
----------------------------------------
9) ALASTUBIRABBIKUM : Katakanlah bahwa Aku ini adalah tuhan mu
----------------------------------------
10) KALUBALA : Benar engkau itu adalah tuhanku
----------------------------------------
11) SHAHIDNA : Menyaksikan
----------------------------------------
12) Kalaulah benar engkau menjadi saksi
Dimanakah bukti hendak diteliti
Sungguhpun engkau bercerita jalan mati
Manakah mungkin hidup akan kembali
Engkau pahamilah dengan teliti
Kelak dapat membuka yang tersembunyi
----------------------------------------
13) Adapun mengenal diri itu dimulai dari mengetahui asalnya diri. Asalnya diri itu ialah dari anasarnya Api, Angin, Air, Tanah, maka turunlah Tanah itu menjadi Tubuh, Angin itu menjadi Nafas, Air itu menjadi Darah, Api itu menjadi Rasa
----------------------------------------
14) Adapun kejadiannya TANAH itu bernama BARBA, menjadi Syari’at. Adapun kejadiannya ANGIN itu bernama ABDU ISAMAS, menjadi Tharikat. Adapun kejadiannya AIR itu bernama SABANTAHURAN, menjadi Hakikat, Adapun kejadiannya API itu bernama NUR KADIM, menjadi Ma’rifat
----------------------------------------
15) Syariat itu umpama Kaki, Tarikat itu umpama Tangan, Hakikat itu umpama Tubuh, Ma’rifat itu umpama Kepala
----------------------------------------
16) Adapun Diri Terdiri itu Rahasia namanya, Diri Tajalli itu Roh namanya, Diri Terperi itu Hati namanya, Diri Diperikan itu Tubuh namanya
----------------------------------------
17) Syari’at itu adalah Manusia yang Pertama, Tarikat itu adalah Hakikat yang Muncul, Hakikat itu adalah Asma Allah, Ma’rifat itu adalah Aku semata
----------------------------------------
18) Yang bernama ASYHADU itu adalah Lidah, ALLA itu adalah Badan, ILLAHA itu adalah Hati, ILLALLAH itu adalah Roh, dan HUWA itu adalah Rahasia (titik nuktah)
----------------------------------------
19) Maka tatkala bermula kisah TITIK NUKTAH itu ialah dari Otak bapak, maka dalam Otak itu ada Lemak, Dalam Lemak ada Minyak, Dalam Minyak ada Nur, Dalam Nur ada Nur Akal, Dalam Nur Akal ada Hizabbannur, Dalam Hizabbannur ada Hidayamul Amanah
----------------------------------------
20) Lalu turun menjadi titik NUKTAH, turun ke Tulang Belakang turun ke Watsulbi Muntarait turun ke Tulang Dada turun lagi ke Pusat terus ke Kalam, maka berpindahlah titik NUKTAH itu kedalam Rahim Ibu 9 Bulan + 9 hari atau 7 Bulan + 7 hari
----------------------------------------
21) Tatkala 1 hari HU namanya, 3 hari ALLAH namanya,7 hari INNALLAH namanya (hanya Allah), 4 bulan + 4 hari TURABBUNNUR namanya (Tanah Nur), tatkala7 bulan + 7 hari SUBHANALLAH namanya (Maha Suci Allah), 8 bulan + 8 hari ALHAMDULILLAH namanya (Puji Bagi Allah), 9 bulan + 9 hari INNA ANNA AMANNA namanya (Sesungguhnya Aku beriman atau Pembawa Amanah Allah)
----------------------------------------
22) Lalu terbitlah Ujud yang artinya Ada, Mustahil Tiada, Mana yang Mustahil tiada itu, yang mustahil tiada itu adalah prasangkamu saja sebab tidak memahami Aku
----------------------------------------
23) Jadi yang sebenar-benarnya Ujud itu ialah Ada, yang sebenar-benarnya Ada itu adalah Diri, Diri itu ialah Nyawa atau Roh, Nyawa atau Roh itu adalah Muhammad, Muhammad itu adalah Allah, Allah itu adalah segala Sifat Allah, segala Sifat Allah Ta’ala itu adalah Dzatullahita’ala
----------------------------------------
24) Adapun Sifat Allah Ta’ala itu adalah wujud Allah Ta’ala yang mempunyai Wujud dan hakikat daripada segala yang ada, besar maupun kecil
----------------------------------------
25) Bagaimanapun juga pada pandangan lahir maupun bathin adalah sebenar-benarnya termasuk satu sifat yang sempurna, tidak bertulang, berdaging, berdarah, atau berkulit, jadi yang berbagai sifat dan warna adalah hanya satu, menurut yakin Ma’rifat
----------------------------------------
26) Adapun yang bernama Wujud Hakiki itu yaitu Dzatullahita’ala dan Wujud Hakiki itu mustahil pada pandangan awam, Wujud majazi itu tidak ada pada pandangan wujud hakiki
----------------------------------------
27) Wujud ‘Am (umum) itu meliputi pada alam, dan nyata pada Dzatullah, Adapun yang sebenar-benarnya dzatullah itu yaitu Allah, Adapun yang sebenar-benarnya Allah itu yaitu Muhammad, Adapun sebenar-benarnya Muhammad itu yaitu Manusia, maka itulah sebabnya manusia dilebihkan Allah Ta’ala dari pada semesta sekalian alam ini, karena asalnya kejadian sekalian itu daripada Muhammad
----------------------------------------
28) Maka dari itulah titik NUKTAH adalah penjelmaan dari bapak dan ibu atau yang disebut Sulbi dan Taraib, jadi NUKTAH itu awal mulanya seberkas cahaya yang dikeluarkan oleh Allah dari mutu manikam sehingga para Ulama terdahulu berpendapat yaitu :
----------------------------------------
29) Nuktah adalah salah satunya Zat Penjelmaan dari dua macam zat (sulbi dan taraib), Dengan adanya KUDRATULLAHI yaitu berasal dari sulbi bapak dan yang menjadi IRADATULLAHI yaitu berasal dari ibu
----------------------------------------
30) Oleh sebab itu bagaimanapun birahinya kaum ibu, hal ini tidak terlalu nampak karena birahinya kaum ibu ini tidak dapat melampaui batasnya kudratnya kaum bapak, karena kaum ibu ini hanyalah iradat maka ulama mengistilahkan Surga itu di Atas Telapak Kaki Ibu, untuk lebih jelasnya saya terangkan bagian-bagian dari maksud yang diatas :
----------------------------------------
31) Bagian bapak itu WADI, MADI, MANI, MUTU Atau disebut SULBI, dan bagian ibu itu TANAH, ANGIN, AIR, API atau disebut TARAIB, bagian Allah itu ROH IDHAFI, ROH ROHANI, ROH RAHMANI, ROH JASMANI, bagian DARI GUDANG RAHASIA itu disebut "MUTU MANIKAM"
----------------------------------------
32) Asalnya Api itu yaitu NAPAS Hurufnya Alif Kalimatnya LA, dan asalnya Angin itu yaitu TANAPAS Hurufnya Lam Awal Kalimatnya ILLAHA, asalnya Air itu yaitu ANPAS Hurufnya Lam Akhir Kalimatnya ILLA, serta asalnya Tanah itu yaitu NUPUS Hurufnya Ha Kalimatnya ALLAH
----------------------------------------
33) Wadi Ma'anni kalimatnya LAA ILAHA, Madi Ma'annawiyah kalimatnya ILALLAH, Mani Sulbi kalimatnya ALLAH, serta Mutu Salbiyah kalimatnya HU
----------------------------------------
34) Ruh Jasmani Kalimatnya (YAHU), Ruh Rahmani Kalimatnya (IYAHU), Ruh Rohani Kalimatnya (YAMANIHU), Ruh Idhafi Kalimatnya (YAMAN LAYISALAHU), serta Mutu Manikam Kalimatnya (MA'DAHU)
----------------------------------------
35) Tujuh Petala Bumi dijadikan 7 (tujuh) Tingkatan Martabat yaitu :
----------------------------------------
36) 1. Sifat Amarah
2. Sifat Lawwamah
3. Sifat Mulhimah
4. Sifat Mutmainah
5. Sifat Radhiyah
6. Sifat Mardhiyah
7. sifat Ubudiyah
----------------------------------------
37) Tujuh Petala Langit yang dimaksud dengan Martabat 7 (Tujuh) yaitu :
----------------------------------------
38) 1. Lathifatul Qolbi
2. Lathifatul Ruuhi
3. Lathifatul Sirri
4. Lathifatul Ahfa
5. Lathifatul Hafi
6. Lathifatul Nafsu Natika
7. Lathifatul Kulu Jasad
----------------------------------------
39) Jikalau tingkatan semacam ini yang kita ambil Hakikatnya pada Alam kecil yang tersembunyi (terahasia) dalam diri kita, maka ulama menamakan sebagai berikut :
----------------------------------------
40) 1. HAYATUN JASADI BIN-NAFASI
2. HAYATUN NAFASI BIR-RUHI
3. HAYATUN RUHI BIS-SIRRI
4. HAYATUN SIRRI BIL IMANI
5. HAYATUN IMANI BINNURI
6. HAYATUN NURI BIL QUDRATI
7. HAYATUN QUDRATI BI MU'ALAMULLAHI TA'ALA DZATULLAH
----------------------------------------
41) Artinya adalah sebagai berikut :
----------------------------------------
42) Asalnya Jasad dari Nafas, Asalnya Nafas dari Ruh, Asalnya Ruh dari dalam Rahasia, Asalnya Rahasia dari dalam Iman, Asalnya Iman dari Nur atau Cahaya, Asalnya Nur atau Cahaya dari Qudrat, serta Asalnya Qudrat dari ke-Baqa'an ALLAH
----------------------------------------
43) Kalimatnya jadi seperti ini :
----------------------------------------
44) Hayatun jasadi hurufnya ALIF kalimatnya LA, Hayatun Nafasi hurufnya LAM AWAL kalimatnya ILAHA, Hayatun Ruuhi hurufnya LAM AKHIR kalimatnya ILLA, serta Hayatun Sirri hurufnya HA kalimatnmya ALLAH
----------------------------------------
45) Hayatun Imani hurufnya Alif (Allah) kalimatnya YAHU, Hayatun Nuri hurufnya Lam (Jibril) kalimatnya IYAHU, serta Hayatun Qudrati hurufnya Mim (Muhammad) kalimatnya IYAHU YAMANIHU
----------------------------------------
46) Dengan demikian apabila kesemuanya ini dilebur kedalam ke-Baqa'an DZAT ALLAH, maka ulama menamakannya sebagai berikut :
----------------------------------------
47) WATUJIBUL jASADI FI FASARAL QOLBI, WATUJIBUL QOLBI FI FASARAL RUHI, WATUJIBUL RUHI FI FASARAL SIRRI, WATUJIBUL SIRRI FI FASARAL IMAN, WATUJIBUL IMAN FI FASARAL NURI, WATUJIBUL NURI FI FASARAL QUDRATI, WATUJIBUL QUDRATI FI FASARAL DZATI FIL DZATI
----------------------------------------
48) Kalau diri manusia itu masih merupakan satu titik Roh Nabati namanya, Kalau ia segumpal darah Roh Jamadi namanya, Kalau ia segumpal daging Roh Wajdi namanya, Kalau ia bergerak Roh Hayati namanya, Kalau ia dilahirkan Roh Hayawani namanya, Kalau ia menyusu Roh Nafsani namanya, Kalau ia berbicara Roh Insani namanya, Kalau ia mempunyai akal Roh Nurani namanya, Kalau ia sampai umur Roh Ruhani namanya, Kalau ia setengah umur Roh Rahmani namanya, Kalau ia berumur 40 tahun Roh Jamali namanya, Kalau ia sudah tua Roh Kulli namanya, Kalau ia mati (mengenal perkataan ma’nawi dari pada mati) Roh Ma’nawiah namanya, Kalau ia di dalam kubur Roh Rabbani namanya, Kalau ia bangun dari kubur Roh Illahiyah namanya, Mengenal salah satu dari semua itu Roh Ruhul Arwah namanya, maka segala galanya ini dengan perintah dari RUHUL QUTUB, dan bernama ROH IDHAFI dan bernama ROH ‘ULWI dan bernama WUJUD IDHAFI dan WUJUD ‘AAMI
----------------------------------------
49) Adapun insan itu asalnya daripada Zat karena haqiqat pada wujudnya, dan haqiqatnya itu esa dengan Zatnya, akan tetapi zahir Zat itu dengan Sifat dan Asma’ dan Af’al
----------------------------------------
50) Maka Zat itu bernama (Wahdah) dan (Wahdah) itu zahir pula dengan (Wahdahniah) dan (Wahdahniah) itu zahir pula dengan (Wahdiah)nya, maka Zat itu bernama (Alam Ruh) dan (Alam Misal) dan (Alam Ijsam) dan (Alam Insan) maka insanlah kesudahan dari martabat yang tujuh itu
----------------------------------------
51) Tatkala NUKTAH itu duduk didalam belum Zaratul Qalimuhum namanya, dan tatkala keluar daripada belumnya itu (seNuktah Awal ) namanya, dan tatkala turun kepada bapak duduk sama tengah kepala bapak kita itu (Mahmud) namanya, dan tatkala sehari dikandung oleh bapak kita itu maka turun pula kepada dahi bapak kita itu (Qiblatul Awal) namanya, dan tatkala tiga hari turun pula kepada mata bapak kita itu (Nurul Awal) namanya, dan turun pula kepada rahim ibu kita empat puluh hari dikandung ibu kita (Alqah) namanya, dan sampai tujuh bulan dikandung oleh ibu kita (Mudhograh) namanya, dan sampai pula lapan bulan dikandung ibu kita (Hiula) namanya, maka masuklah (Insan) namanya (Muhammad) pun namanya jua
----------------------------------------
52) Pada waktu Subuh dan waktu Zohor itu keluar daripadanya huruf ALIF, Nabi Allah Ibrahim, cahayanya merah, asalnya daripada Alqah, yakni dari daging segumpal, rakaat yang empat itu sebab Tajali Wujud, Ilmu, Nur, Shuhud
----------------------------------------
53) Dan adapun pada waktu Asar itu keluar daripadanya LAM, Nabi Allah Yunus, asal daripada Mudhograh, yakni daging segumpal, cahayanya kuning, rakaat yang empat itu sebab Tajali Api, Angin, Air, Tanah
----------------------------------------
54) Dan adapun pada waktu Maghrib itu keluarnya daripada HA, Nabi Allah Isa, cahayanya hijau, asal daripada Azhimah, yakni Tulang, Kulit, Roma, rakaat yang tiga ini sebab Tajali Ahadiah, Wahdah, Wahdiah
----------------------------------------
55) Dan adapun pada waktu Isyak itu keluarnya daripada MIM, Nabi Allah Musa, cahayanya hitam, asal daripada Hiuala, yakni rupa lembaga Nabi Allah Adam, rakaat yang empat itu sebab Tajali Wadi, Mazi, Mani, Manikam
----------------------------------------
56) Dan adapun pada waktu Subuh itu keluarnya daripada DAL, Nabi Allah Adam, cahayanya putih, asal daripada Nuthfah yakni Air Mani, rakaat yang dua itu sebab Tajali Zat dan Sifat
----------------------------------------
57) Tatkala sempurna kejadian insan itu maka keluar Nafasnya itu apa kerjanya dan tatkala ia masuk itu apa kerjanya, maka tatkala ia keluar itu kerjanya Meliputi Alam dan tatkala ia masuk itu kerjanya Memenuhi Alam
----------------------------------------
58) Dan tatkala ia keluar itu bertemu dengan apa dan tatkala ia masuk itu bertemu dengan apa, maka adapun tatkala ia keluar itu Bertemu Dengan Rahman dan tatkala ia masuk itu Bertemu Dengan Rahim
----------------------------------------
59) Dan tatkala ia keluar itu apa yang dinyatakan olehnya dan tatkala ia masuk itu apa yang dinyatakan olehnya, maka adapun tatkala ia keluar itu menyatakan dirinya Sifat Zat dan takala masuk itu menyatakan dirinya Zat yaitu dengan segala Sifat Qadim, Biwujudlillah yaitu Sifat Ma’ni dan Sifat Zat itu Wujud
----------------------------------------
60) Takala ia keluar itu kira kira satu hasta jauhnya ataupun satu jengkal jauhnya ataupun enam jari jauhnya ataupun empat jari jauhnya apa namanya itu, maka adapun tatkala keluar satu hasta itu Nafas namanya dan tatkala satu jengkal itu Tanafas namanya dan tatkala enam jari itu Ampas namanya dan tatkala empat jari itu Nufus namanya
----------------------------------------
61) Maka adapun tatkala ia keluar satu hasta jauhnya itu apa cahayanya dan tatkala satu jengkal itu apa cahayanya dan tatkala enam jari apa cahayanya dan tatkala empat jari itu apa cahayanya, dan adapun tatkala ia keluar satu hasta itu cahayanya Kuning dan tatkala satu jengkal itu cahayanya Putih dan tatkala enam jari itu cahayanya Merah dan tatkala empat jari itu cahayanya Hitam
----------------------------------------
62) Bagaimana cahaya yang Kuning itu datang ia daripada tempat yang mana dan cahaya yang Putih itu datang ia daripada tempat yang mana dan cahaya yang Merah itu datang ia daripada tempat yang mana dan cahaya yang Hitam datang ia daripada tempat yang mana, maka adapun cahaya yang Kuning itu datang ia daripada Jantung dan cahaya yang Putih itu datang ia daripada Hati dan cahaya yang Merah itu datang ia daripada Buah Kayu Sanubari dan cahaya yang Hitam itu datang ia daripada hempedu
----------------------------------------
63) Dan adapun Nafas yang keluar masuk itu Lima bagian sebelah Kanan dan sebelah kiri dan adapun sebelah kanan itu satu keluar sebelah atas dan satu keluar sebelah bawah dan satu keluar sama tengah, maka adapun ia keluar sebelah atas itu putih rupanya dan apabila ia keluar sebelah bawah hitam rupanya dan apabila ia keluar sebelah kanan kuning rupanya dan apabila ia keluar sebelah kiri merah rupanya
----------------------------------------
64) Maka jikalau kita duduk dirumah keluar nafas kita itu sebelah kanan melainkan laki-laki yang merah kulitnya datang kepada kita, jikalau ia membawa jenis barang makanan yang dibawanya kepada kita itu dengan warna merah rupanya
----------------------------------------
65) Dan jikalau keluar nafas disebelah kiri kita itu jikalau perempuan yang datang kepada kita itu melainkan rupanya kuning, maka barang yang dibawanya itu pun kuning jua
----------------------------------------
66) Dan jikalau nafas kita itu keluar disebelah atas melainkan laki-laki yang putih kuning kulitnya yang datang kepada kita, maka jikalau ia membawa jenis barang kepada kita dengan warna putih ataupun sebagainya
----------------------------------------
67) Demikian lagi jikalau nafas kita keluar disebelah bawah melainkan laki-laki yang hitam kulitnya datang kepada kita, maka jikalau ia membawa jenis barang makanan itu dengan rupanya hitam warnanya
----------------------------------------
68) Demikian juga kalau nafas kita keluar itu terpecah dua ataupun tiga melainkan alamatnya datang orang kepada kita dua ataupun tiga orang
----------------------------------------
69) Demikian juga jikalau nafas kita yang sama tengah itu keluar halus seperti jarum rasanya inilah yang amat baik, yakni Ketika Selamat namanya
----------------------------------------
70) Dan demikian jikalau nafas kita itu keras rasanya disebelah kanan maka tiba-tiba datang orang itu kepada kita membawa khabar hal yang tidak baik
----------------------------------------
71) Maka orang itu duduk disebelah kiri kita, maka nafas kita pada masa itu keras sebelah kanan kita, maka khabar orang itu dusta belaka
----------------------------------------
72) Maka jikalau ia duduk disebelah kira maka nafas kita pun keras disebelah kiri juga, maka khabar itu nyatalah sungguhannya, tiada ia berdusta sama sekali
---------------------------------------
73) Tatkala nafas kita keluar itu Jibril namanya dan tatkala masuk itu Jibrail namanya, dan waktu yang mana dinamakan Jibrail dan waktu yang mana dikatakan Jibril, adapun waktu ia membawa firman Tuhan kepada hambanya inilah dinamai Jibrail dan waktu ia menerima puji hambanya itu serta membawa mengadap Tuhan nya inilah dinamai akan dia Jibril
----------------------------------------
74) Tatkala nafas kita itu keluar disebelah kanan Jibrail namanya dan takala ia masuk itu Mikail namanya dan takala ia keluar disebelah kiri itu Israfil namanya dan takala ia masuk Izrail namanya, dan adapun Istana Nafas itu didalam Otak, inilah yang bernama Ruhul Nafsi cahayanya putih
----------------------------------------
75) Dan adapun perbedaan Ruh dengan Nafas itu berlainan, yakni nafas itu keluar dan masuk, dan adapun Ruh itu tiada keluar dan tiada masuk, tetapi Ruh itu pergi datang pada Jalan Bathin, Yakni diibarat seumpama kita masuk pada Alam Khayal dan Alam Misal, seperti kita melihat saudara di negeri yang jauh terbang ke udara dengan tiada bersayap
----------------------------------------
76) Demikianlah sabit Hayyat itu adanya, tiada ada didalam dan tiada diluar dan tiada diatas dan tiada dibawah karena kita ini tempat menerima Tajali Tuhan jua adanya
----------------------------------------
77) Maka diri yang Bathin itulah nyawa kita maka tiadalah dapat kita lihat dengan mata kepala kita karena tidak ada warna padanya akan tetapi kita ketahui diri yang Bathin itu kenyataannya pada diri yang Zahir jua
----------------------------------------
78) Tatkala kita lihat sifat yang Zahir itu seperti hidup dan tahu dan kuasa dan berkehendak dan mendengar dan melihat dan berkata-kata dan gerak dan diam itulah nyata pada diri kita yang Zahir, itulah sifat diri kita yang Bathin
----------------------------------------
79) Maka tatkala itu kita lihat nyata pada diri kita yang Zahir sifat diri kita yang Bathin itu tiada didalam dan tiada di luar dan tiada di atas dan tiada di bawah dan tiada di kiri dan di kanan melainkan hendaklah kita ketahui dengan yakin bahwa ada diri kita yang Bathin itulah Nyawa kita, yakni bayang-bayang Sifat Tuhan
----------------------------------------
80) Maka adalah kelakuan Sifat Tuhan itu nyatalah pada diri kita yang Bathin dan bagaimana kelakuan sifat diri kita yang Bathin itu nyata pada diri kita yang Zahir, maka jikalau kita hendak melihat kelakuan diri kita yang Bathin melainkan hendaklah kita masuk kepada Alam Khayal ataupun Alam Misal melainkan dapatlah kita melihat kepada kenyataan Sifat Tuhan
----------------------------------------
81) Apabila sudah faham yang demikian itu maka kita ketahuilah hidup Badan itu dengan sebab hidup Nyawa dan tahu Badan itu dengan sebab tahu Nyawa dan kuasa Badan itu dengan sebab kuasa Nyawa dan berkehendak Badan itu dengan sebab berkehendak Nyawa dan mendengar Badan itu dengan sebab mendengar Nyawa dan melihat Badan itu dengan dengan sebab melihat Nyawa dan berkata-kata Badan itu dengan sebab berkata-kata Nyawa dan gerak diam Badan itu dengan sebab gerak diam Nyawa
----------------------------------------
82) Maka apabila engkau sudah faham seperti yang tersebut itu engkau akan mengetahui hidup Nyawa itulah tempat menzahirkan hidup Tuhan dan tahu Nyawa itulah tempat menzahirkan ilmu Tuhan dan kuasa Nyawa itulah tempat menzahirkan Qudrat Tuhan dan berkehendak Nyawa itulah tempat menzahirkan Irradat Tuhan dan mendengar nyawa itulah tempat menzahirkan Sama’ Tuhan dan melihat Nyawa itulah tempat menzahirkan Bashar Tuhan, berkata-kata Nyawa itulah itulah tempat menzahirkan Qalam Tuhan dan berkata-kata yang tujuh itu pada diri kita yang bathin itu seperti nyatalah sifat diri kita yang Bathin dan diri yang Bathin itu sepertilah pada diri kita yang Zahir ini
----------------------------------------
83) Maka engkau ketahuilah dan engkau kenalilah bahwa diri kita yang Bathin itulah Nyawa kita tempat nyata Sifat Tuhan dan diri kita yang Zahir ini tempat tempat nyata Sifat diri kita yang Bathin, maka janganlah engkau cari Tuhan mu itu tempat yang lain pada diri kamu sendiri, maka itu sangat nyata karena sekalian alam ini seperti keadaan engkau jua, tetapi nyata Tuhan mu itu pada diri kamu itu terlebih nyata daripada yang lain karena manusia itu tempat menerima dan menzahirkan SifatNya dan Asma’Nya dan Af’alNya
----------------------------------------
84) Sifat pun Sifat Zat, Asma pun Asma Zat dan Af’al pun Af’al Zat, Qadim keempat-empat itu Esa pada pihak tanazul dan taqarop inilah rahasia orang yang mengenal diri yakni kenal diri yang Zahir dan diri yang Bathin itu tiada mempunyai wujud pada haqiqatnya segala sifat yang tersebut itu sekali-kali melainkan menjadi menghantar kepada bukan tempatnya untuk menjatuhkan hukum, taklik di atas hambanya yang mengerjarkan amar dan nahi maka jadilah wasilah ma’rifat kita pada tiga martabat, Pertama kenal diri yang Zahir dan kedua kenal diri yang Bathin dan ketiga kenal Tuhan
----------------------------------------
85) Maka apabila sudah engkau faham segala yang tersebut itu, melainkan hendaklah engkau meng Esa kan dan menSyahadatkan dan Mujahadah dan Murakabah dan Muqabalah dengan Tuhan mu itu pada dirimu karena ianya jua adanya
----------------------------------------
86) Permulaan nyata pada kita melainkan hendaklah kita senantiasa hadir hati kita kepada Tuhan kita itu jangan sekali-kali lalai baik dalam keadaan duduk dan berjalan dan gerak dan diam kita dan barang sebaginya, maka segala hal tersebut itu berlaku atas diri kita, karena semua perintah Tuhan itu berlaku atas hambanya
----------------------------------------
87) Maka perintah itu adakalanya baik dan adakalanya jahat dan adakala nikmat dan adakalanya rahmat, maka jatuh perintahnya itu diatas hambanya, melainkan wajiblah diatas hamba itu membayar haknya tatkala datang nikmat diatas kita melainkan wajiblah membayar hakNya dengan segera karena kita anugerah daripadaNya
----------------------------------------
88) Maka apabila datang bala diatas kita maka kita pandang dengan haqiqat bahwa bala itu daripadaNya jua, maka wajiblah atas kita membayar hakNya dengan sabar dan redha serta taat
----------------------------------------
89) Maka tatkala datang kebajikan diatas kita maka kita pandanglah kebajikan itu daripadaNya jua, maka wajiblah diatas kita membayar hakNya dengan segera karena semuanya itu adalah anugerahNya
----------------------------------------
90) Maka tatkala datang kejahatan maksiat atas kita maka kita pandang dengan mata hati kita ianya jua yang menjadikan maksiat itu diatas hambanya melainkan wajiblah diatas kita membayar hakNya dengan perbanyak Astaghafirullah Alazhim serta kita minta ampun dan kita minta berlindung kepadaNya jua karena ianya jua yang menjadikan segala jenis yang tersebut itu melainkan ianya jua yang mengampunkan dosanya kita melainkan Ianya jua Tuhan mengasihi akan hambaNya, maka jika tiada hal yang demikian itu niscaya sia-sialah hidup kita dalam dunia ini melainkan menyesalLah kita dalam akhirat dengan tiada berguna lagi karena sekaliannya itu kembali kepada mu jua, baik dan jahatnya
----------------------------------------
91) Maka dari itu ingatlah bahwa Bismillah itu ialah yang bernama Aku atau nyawa Muhammad, Bermula Muhammad itu nyawa manusia, adapun manusia itu tempat tajali Qudrat dan Iradat Tuhan
----------------------------------------
92) Maka segala nyawa manusia itu didalam Qolbi dan bermula Qolbi itu Jantung yakni Rumah Qolbi dan bermula Jantung itu Rumah Nyawa dan bermula Rumah Nyawa itu ialah Aku tetapi Aku itu didalam Qolbi seperti firman Allah "Wa Fi Am Pusakum Apala Tubsirun" Yakni bukankah Aku itu didalam diri kamu mengapa tidak kamu lihat
----------------------------------------
93) Dan bermula Qolbi itu yang bernama HA, bermula yang bernama HA itu Hati, bermula Hati itu ialah bernama Muhammad, maka Nyawa kita dan Sirr kita pada Muhammad dan adapun HU itu ia sendiri tiada sekalianNya
----------------------------------------
94) Maka firman Allah Taala Kun Fayakun maka jadilah Nur Muhammad di dalam Nur Allah Taala setelah lengkap jadi Nur Muhammad, maka Allah pun ghaib didalam Nur Muhammd maka Nur Muhammad pun menilik keelokan dirinya Lam Jalalah maka keluarlah nyawa sekalian alam ini
----------------------------------------
95) Yakni terpancarlah kenyataan Nurnya itu diibarat seperti lampu yang sangat terang maka jika ditatap lampu itu dengan satu tatapan raga yang dibalut dengan kertas berbagai macam warnanya maka cahaya lampu itu akan terpancar pada lobang raga, maka apabila koyak satu kertas pada lobang raga itu niscaya hilanglah cahayanya kembali kepada lampunya
----------------------------------------
96) Maka Nur Muhammad itu ghaib ia pada sekalian badan hamba Allah Taala yang mukmin, yakni bersama dengan cahaya lampu yang terpancar kepada lobang raga yang tersebut dahulunya, dan adapun Hati itu bermula dari Sirr yang Latif di taruhkan Allah Taala bagi manusia di dalam dada pada lambung kiri dan dibungkus dengan daging segumpal serta kenderaan tiap-tiap anggota jasad itu tentaranya adalah Hati karena Hati itu adalah Raja baginya dan Raja itu dua muka
----------------------------------------
97) Satu muka menilik kepada Dirinya dan satu muka menilik kepada Tuhan, maka muka yang awal itu ada di dalam matanya segala rupa Akuan, dan mata Hati itu ialah Akal dan selama Akal itu dibawah perintah Akuan maka Hati itu ditawannya hingga apabila hilang perintah Akuan daripadanya
----------------------------------------
98) Maka hilanglah Akal yang bertambah itu dan zahirlah bekasnya yang ghaib bercahaya dan cahayanya itulah yang dinamakan Nur Ma’rifat, maka meniliklah engkau dengan Nur Ma’rifat yang ditaruhkan didalam Bathinmu itu yaitu mata yang halus dan telah datanglah yang Haq dan hilanglah yang Bathil
----------------------------------------
99) Adapun HA itu daripada Hati dan jika Sirr pun daripada Hati jua karena inilah dikatakan bahwa tatkala Hati itu condong kepada segala keinginan dunia seperti makanan, lemak manis ataupun barang sebagainya, maka tatkala itu dinamai Nafsu dan apabila Hati itu condong kepada segala kebaktian dunia dan akhirat ibadatlah namanya
----------------------------------------
100) Dan tatkala Hati itu birahi kepada Allah Taala syah akan pertemuan itu maka dinamailah ia Ruh, dan tatkala Hati itu memancarkan sesuatu Akal namanya, dan Budi pun namanya, dan tatkala Hati itu mengetahui dirinya itu baik dan jahat dan sakit Hati Yang Halus namanya dan tatkala ia berkehendakan kepada sesuatu Nafsu namanya dan tatkala ia mengetahui Hamba dan Tuhan Qolbi Zarah namanya dan Cermin Ikhlas pun namanya
----------------------------------------
101) Dan Tatkala ia mengesakan Allah Taala Tauhid namanya dan Perisai pun namanya dan tatkala ia melihat Kebesaran Ma’rifat namanya dan Arash pun namanya dan tatkala ia sudah mengetahui Zat dan Sifat dan Asma dan Af’al Ummi Kitab namanya dan Nur pun namanya dan tatkala ia mengetahui Tuhan lengkap sekalian alam tetap dengan Zat dan Sifat yaitu sekalian alam kepada Tuhan Ma’rifat Nur namanya dan Ahadiah Takdir pun namanya
----------------------------------------
102) Dan tatkala ia tetap Ma’rifat dan Tauhidnya Lufh namanya dan Qalamul U’lia pun namanya dan takala ia sudah mengetahui didalam ghaib Qalamul Arash namanya dan Qalam Naps pun namanya dan takala ia tetap ketika didalam ghaib dengan Heran serta tercengang-cengang Iradat namanya dan Qudrat pun namanya dan Rahsia pun namanya
----------------------------------------
103) Takdir Rahasia itu mengembalikan Amanah Kepada Yang Empunya Amanah Amanat namanya dan tatkala ia sudah mengetahui didalam ghaib hamba yang menanggung Amanah heranlah ia akan dirinya Tercegang-cengang Amanat namanya dan Khazaan pun namanya dan tatkala ia mengetahui tubuh dan dirinya Kunhu namanya dan tatkala ia mengetahui keadaan dirinya ada sekalian alam umpama banjir ditengah pasir ataupun seperti sebuah sampan atau perahu di tengah laut Kunhu Kazal namanya dan Qolbi Mukmin pun namanya
----------------------------------------
104) Barang siapa yang bertanya dari mana datangnya ilmu ini sama dengan menanyakan dari mana datangnya Al Quran itu sendiri, jika bingung silahkan anda rujuk langsung ke Allah karena hanya Allah saja yang maha benar yang lain semuanya salah
----------------------------------------
105) dilihat mata buta, didengar tiada suara, diraba tiada rasa, maka kenali diri rata-rata, baru kenal tuhan yang nyata
----------------------------------------
106) Sebagai penutup, sesungguhnya kesempurnaan adalah suatu yang sulit tercapai, dan untuk mencapainya adalah perkara yang sungguh sangat berat, maka barang siapa yang mendapati aib pada Risalah ini segeralah untuk menutupinya, dan barang siapa yang mendapati kekurangan, segeralah menyempurnakannya, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang selalu mengadakan perbaikan
----------------------------------------
107) Hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan, dan kepadaNya kita menyandarkan diri. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Semoga shalawat beserta salam dan barakah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarganya, dan juga keselamatan yang banyak. Wal hamdu lillahi robbil ‘alamiin
--------------------------------------
oleh : Al Alamah Al Aribillah Al kurtubi Al jandai As Syeh yang dipertuan Agung Abah tuak ilahi Al indragiri

Rahasia Nur Kasih Allah Ta'ala

Bab ini suatu pasal pada menyatakan suatu risalah penyempurna pada menyatakan jalan sekalian Arif billah mengenal Haq Allah Ta’ala.

Adapun ahdiah dan wahdah dan wahdiah dan Alam Arwah Alam Misal Alam Ajsam dan Alam Insan.
Adapun Ahdiah itu zat Allah Ta’ala martabatnya Lata’yun dan Wahdah itu sifat Allah ta’ala martabatnya ta’yun awal dan Wahdiah itu asma’ Allah Ta’ala martabatnya Ta’yan tsani, dan Alam Arwah Alam Misal Alam ajsam dan Alam insan itu Af’al Allah Ta’ala.
Adapun Ahdiah itulah sebenar benarnya insan dan insan itulah manusia dan sebenar benarnya manusia itulah Allah dan sebenar benarnya Allah itulah sifat Allah dan sebenar benarnya sifat Allah itulah zat Allah dan sebenar benarnya zat Allah itulah wujud Allah dan sebenar benarnya wujud Allah itulah Af’al Allah Ta’ala dan sebenar benarnya Af’al Allah Ta’ala itu inilah adanya, jangan syak dan sangka.
Jangan syak lagi kita insan ini, kita inilah sebenar benarnya manusia dan kita inilah sebenar benarnya Allah Ta’ala dan inilah sifat Allah Ta’ala kita inilah zat Allah Ta’ala ........Jangan syak.
Kita inilah yang bernama anak panah emas, ulunya ma’nikam batangnya zamrud talinya perak, Jangan sangka dan kita inilah Allah dan kita inilah zat Allah dan kita inilah Ganah zat Allah Ta’ala, janganlah syak dan daripada sekalian Asma’ yang tersebut itu maka sampailah ganah kepada zat Allah Ta’ala .... janganlah syak dan kita inilah zat sendirinya dan kita inilah wujud Allah Ta’ala dan kita zat Allah Ta’ala dan kita inilah Af’al allah Ta’ala.
Adapun Ahdiah itu Hakikat Allah dan Wahdiah itu Hakikat Muhammad dan Wahdiah itu Hakikat Insan.
Adapun Ahdiah martabat Lata’yun dan Wahdah martabatnya ta’yun Awal dan Ahdia martabatnya Ta’yun tsani dan kita inilah yang bernama Muhammad dan Muhammad inilah bayang bayang Haq Ta’ala, karena Ruhulquddus itulah sebenar benarnya Muhammad dan Ruhul quddus inilah yang sebenar benarnya Haq Ta’ala, Ruhulquddus inilah tubuh Haq Ta’ala dan Haq Ta’ala inilah sebenar benarnya Muhammad Rasulullah karna ilmu Haq Allah Ta’ala dan yang berkata inilah Muhammad Rasulullah ... jangan syak dan sangka, barang siapa syak menjadi kafir na’udzubillahminha maka keluarlah ia daripada umat Muhammad dan inilah sebenar benarnya Muhammad, apabila sudah i’tiqad demikian maka kita haramlah merasai mati, inilah yang sudah kiamat akhir dan haramlah kepada kita siksa dan haramlah kepada neraka... jangan syak, inilah ma’rifat yang sudah dan kita inilah i’tiqad yang sempurna dan i’tiqad segala ahli sufi dan arifbillah dan kita inilah rahasia yang sebenar benarnya tiada lain daripada ingat Allah dalam Allah, janganlah lagi syak.

Inilah ilmu rahasia Hak Subhanahuata’ala yang diturunkan oleh Syeikh Abdul Qadir Al Jailani yang ditunjuk Allah. Dan kita inilah.

Janganlah dikatakan sana sini melainkan gurunya dengan murid maka dapat dikatakan ia janganlah sangka kita inilah yang bernama insan kamil dan kita inilah yang menanggung rahasia Allah Ta’ala, maka sekalian ini kita belaka jibril, mikail, irrofil, izrail itupun kita belaka, Iman Islam kita belaka dan Sir cita cita Rasa, ‘isyiq, asyiq, masyuq pun kita belaka dan wadi madi mani ma’nikam suatu juga, tanah api air angin pun kita belaka dan syari’at thariqad hakikat ma’rifat pun kita belaka, awal akhir zahir bathin pun kita belaka, dunia akhirat syurga neraka pun kita belaka, wujud ‘ilmu Nur dan /syuhud suatu juga, alam arwah alam misal alam ajsam dan alam insan suatu juga kepada nubut insan kamil mukamil menzahirkan Allah dan nama Muhammad lagi pula tersurat nama Allah dan Muhammad kepada tubuh insan lagi pula ghoib Allah kepada Muhammad, Muhammad ghoib kepada Allah karna Allah dan Muhammad itu tiada bercerai barang suatupun.
Dan lagi pula nyawa tumbuh tumbuhan dan segala binatang itu tubuh kepada perempuan dan nyawa perempuan itu tubuh kepada kita dan nyawa kita itu berubah lima kali pada sehari semalam, pertama waktu subuh kepada ujung sulbi duduknya, dan waktu dzuhur itu kepada antara pusat dengan tulang belakang duduknya dan waktu ‘ashar itu kepada tengkuk duduknya dan waktu maghrib itu kepada antara kedua kening duduknya dan i’sya kepada ubun ubun duduknya sampai sembahyang witir itu kepada fuat duduknya Wallahi demi Allah Rasulullah, janganlah syak lagi.

Selasa, 01 November 2016

Menundukan JIN

Menundukkan Golongan Jin
( Dengan Surat Saba’ ayat 12 )
وَمِنَ الْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ
Khasiat dari ayat 12 surat Saba’ di atas di jelaskan di dalam kitab Syumusul Anwar hal 28 di dalam bab ” Fi Khowasi Al-Ayaati Al-Qur’aniyyah” ( Bab menerangkan Ke Khususan Ayat-Ayat Al-Qur’an ), Bahwa khasiat dari ayat 12 surat Saba’ adalah untuk menundukkan semua golongan Jin tata caranya adalah sebagai berikut :
1. Berpuasa selama 40 hari dengan berbuka tidak boleh memakan makanan yg bernyawa
2. Selama berpuasa membaca Ayat di atas 100 x setiap selesai Sholat Fardhu
3. Setiap membaca Ayat di atas harus selalu memakai wangi-wangian baikMisk atau Bukhur
Setelah sempurna puasa 40 hari maka akan terbakarlah/tersingkaplah Hizab/penutup yang menutupi penglihatan anda dari Alam Ghaib, Anda akan masuk kesalah satu Alam ghaib dan melihat sebuah kota yg berwarna Putih di sekeliling kota tsb mengalir 2 sungai yang sangat indah dan di tepian kedua sungai tsb terdapat kebun yang di penuhi oleh pohon – pohon Marzan dan anda akan melihat di tengah- tengah kebun terdapat sebuah Qubbah yang ditutupi dengan kain Sutra berwarna Putih di dalam Qubbah tsb terdapat Kursi yang dihiasi oleh batu-batu mulia Yaqut & Mutiara, Maka bangunlah anda dan bertawakkal lah pada Alloh yg maha hidup dan tidak pernah mati, janganlah anda berbicara pada seseorangpun sehingga anda duduk pada Kursi tersebut, setelah anda duduk pada kursi tsb bacalah Surat Saba’ ayat 13 yaitu :

اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْراً
Setelah anda membaca Ayat 13 dari surat Saba’ tsb, Maka akan datang kehadapan anda salah seorang raja dari golongan raja-raja Jin seraya mengucapkan salam, maka balaslah salamnya kemudian sibukkan diri anda dengan mengulang-ulang bacaan Surat Saba’ ayat 13, Maka anda akanmelihat Bala tentara yang sangat besar telah memenuhi Ufuq, Bala tentara tsb dipimpin oleh seorang raja Jin yang sangat agung dan berwibawa yang berpakaian serba putih dan memegang sebilah Tombak yang terdapat bendera dari kain Sutra berwarna putih tertulis pada bendera tersebut Ayat 13 dari surat Saba’ sebanyak 3 garis, garis pertama dari benang sutra Hijau, Kuning dan merah, Maka ucapkanlah salam pada Raja tsb 3 x salam, Maka raja tsb akan membalas salam anda yang kemudian dia akan berbicara pada anda dengan bahasa Suryaniyyah, Maka Alloh S.W.T akan memberikan kefahaman pada anda tentang ma’na dari bahasa Suryaniyyah tsb, Lalu sebutkanlah permintaan yang anda inginkan dari menundukkan golongan Jin, Maka Raja Jin tsb akan memberikan anda sebuah cincin yang tertulis pada cincin tsb Ayat Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 173 yaitu :
حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Maka apabila anda meminta sesuatu perkara padanya gerak-gerakanlah cincin tsb pada jari anda sambil membaca حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ maka khodam tsb akan datang di hadapan anda secara terlihat oleh mata anda sendiri tapi tidak akan terlihat oleh orang lain, kemampuan Khodam ini merupakan rahasia yang sangat besar di dalam hajat atau keinginan manusia tentang Khowariqul ‘Adah ( adat-adat diluar kebiasaan manusia ).
Catatan yg di baca selama berpuasa Ayat 12 surat Saba’ ,
yg di baca ketika duduk di kursi alam ghaib Surat saba’ ayat 13
dan yang dibaca untuk memanggil khodamnya surat Ali Imraan ayat 137

Kamis, 23 Juni 2016

Makna Alif

Makna Alif

Alif terbentuk dari Ulfah (kedekatan) dan ta’lif ( pembentukan). Dengan huruf inilah ALLAH menta’lif (menyatukan) seluruh ciptaanNya dalam landasan tauhid dan ma’rifah dengan kecintaan penghayatan iman dan tauhid.
Sehingga Alif ini membuka makna dan pengertian tertentu dengan banyak bentuk rupa dan warna yang ada pada huruf-huruf yang lain.  Maka jadilah Alif sebagai “Kiswah” (pakaian) bagi huruf lainnya. Itu semua karna kehendak si “Alif ghaib”.
Huruf saja tidaklah memiliki makna, sebab pengertian tidak terdapat padanya.
Makna dalam dari Alif ibarat nyawa, sedangkan bentuk huruf adalah ibarat raga. Ibarat pohon yang di belah sampai ke akar, dari akar di belah sampai ke biji asalnya. Lalu dari biji asalnya di belah sehingga tiada sesuatu apapun.  itulah hakikat kehidupan.
Allah menjadikannya berupa (memiliki bentuk), padahal tiada.
Huruf berupa lisan ketika diucapkan, sedangkan makna adalah pengetahuan yang diketahui sebelum lisan berucap dan berbuat.
Ia sangatlah halus melebihi kehidupan yang fana/tiada.
Maka jelaslah Alif adalah Huruf yang paling utama, Agung dan Mulia Ibarat Adam, sedangkan Alif di satukan dengan Hamzah. Hamzah itu ibarat Hawa.  Maka lahirlah 28 huruf Hijaiyah seperti lahirnya manusia dari sebab Adam dan Hawa. Sehingga muncul pengertian mudzakar Ibnu (lelaki) dan pengertian mu’annats Binti (wanita).
Seluruh huruf terlahir dari Alif, karna Alif pada asalnya tegak lurus dimana titik asalnya isyarat bagi penetapan permulaan wujud (ada) yang merupakan lawan dari ketiadaan (adam). Lalu Alif ini ada pada pengelihatan, sehingga melihat yang benar-benar ada. Adapun melihat Dzat itu merupakan cermin ketunggalan sejati yang menurun pada kesejatian diri.
Maka ketika dikaruniakan pandangan ini, melihat keberadaannya di dunia ini dengan cahaya yang terang benderang yang melihat dengan 127 kejadian. Ketika disebut Alif yaitu ketika diri sudah tunggal. Lalu menunjukan apa yang tampak dan terlihat di dirinya sehingga jadilah Alif.  Yang pertama dijadikan oleh Allah adalah titik ke esaanNya,
ketika Ku pandang dengan keAgunganKu maka titikpun menunduk dan mengalir menjadi garis lurus tanpa akhir (Alif). Alif pun dijadikan permulaan Kitabnya dan pembuka huruf karna huruf lain berasal darinya dan tampak pada dirinya.  “IQRO” : adalah wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad S.A.W. Yaitu membaca yang dimulai dengan huruf Alif dan diakhiri dengan huruf Alif.
“Iqro” secara hisabiah nilainya 33. Yaitu 3 kali di peluk Jibril A.S.  maka 33 x 3 = 99 Asmaul Husna.  Dengan 99 Asmaul husna inilah Rosulullah s.a.w bisa isro dan mi’raj. Isra’ mi’raj di surah al-isra’, surat ke 17 berjumlah 111 ayat. 111 = 3 alif.”isra” juga di awali dgn huruf “alif ” dan di akhiri juga huruf “alif “ (huruf ” hamzah ” di akhir adalah satu karakter dengan ” alif “).
Dalam kalimah ” isra” ada huruf alif (akhir) dimana di bagian atas ada tanda mad (memanjangkan alif) nilainya 7 an dan nilai 7 ketukan ini adalah sebagai sistem untuk melipat 7 lapis bumi dan naik turun ke 7 lapis langit (mi’raj).  Dengan Alif , titik yang pada mulanya perbendaharaan tersembunyi kemudian tampak dan turun agar dikenal lewat ciptaanNya begitupun mahluk dikenal lewatnya dan di nisbatkan kepadaNya.
Itulah Kholifah yang membawa “AMANAH”.
Karena dengan nama ALLAH itu adalah BISMI dan ALLAHU,
Allahu itu adalah Alif,Lam,Ha. Alif lam yang di maksud adalah LAHU = BAGINYA. JAdi Allahu adalah Alif lam baginya (untuknya) ARAHMAN = Alif,Ra,Ha,Mim,Nun maksudnya Alif dan Lam itu rahman demikian juga dengan RAHIIM.
Jadi Alif lam itu seperti halnya cahaya matahari dan rembulan, yang memberi dan menyayangi tanpa syarat.  Alif Lam dalam diriku adalah keadaan TUBADIL dalam sholat. Jadi Alif Lam itu dalam tiap-tiap sebutan ARRAHMAN ARRAHIIM…..dst. Seperti halnya mustaqim/jalan yang lurus dimana terdapat pada diriku yang sempurna sholat.
Yaitu ketika aku menginjak maqom tubadil seperti halnya takbiratul ikhram yang mukharanah (sempurna, dimana lafazh Allah dlm takbirotul
ikhram sholat di panjangkan tanpa ada batasan hukum mad 2 harakat sebagai bentuk keagunganNya).
Berbeda dengan kata “INNA” yg artinya “sesungguhnya” begitu diberi alif sebagai perpanjangan dari huruf nun, maka berubah menjadi jamak/banyak, “innaa” artinya “sesungguhnya kami”.
Begitu juga “Qul” yg artinya “katakan”, begitu diberi nun dan alif sebagai perpanjangannya, maka berubah menjadi jamak/banyak , “Qulnaa” yg artinya kami berfirman.jadi perubahan dari tunggal menjadi jamak karena adanya imbuhan huruf yg disesuaikan maksud dan tujuannya, bukannya unsur yg memerintah (Allah) yg menjadi jamak.  Subyek = Yang Memerintah tetap TunggalObyek = Maksud dan Tujuan yang menjadi jamak.
Maka AllAH pun Sholat, sedangkan manusia tiada sedikitpun kekuatan sehingga ikut andil dalam perkara sekecil apapun terhadap dirinya. Karna di satu sisi hamba diperkenankan memilih jalan untuk dirinya tapi waktu yang sama ia harus masuk kepada ketetapanNya.  Karna Huruf memiliki tampilan, bahasa dan memiliki aspek lahir dan bathin.
Aspek lahirnya berupa nama dan bentuknya. Aspek bathinnya berupa makna rahasiaNya. Batasnya adalah uraian dari hukum-hukumNya. Serta tampilanNya adalah penyaksian dan penyingkapan.  Seluruh struktur susunan alam semesta itulah yang dinamakan pula sebagai Alif.
Karna seluruh huruf berasal dari susunan pengertian Rahasia hembusan tiupan RuhNya yang mencakup seluruh kata-kata dari hikmah yang menakjubkan dan ilmu-ilmu teristimewa yang ditiupkan kepada adam.  Adam menjadi istimewa karna diajarkan satu Alif oleh Allah, maka ia dapat menyebutkan seluruh nama dalam satu huruf.
Buat renungan sesama kita yang memang berminat tentang Hakikat, agar dapat difikirkan dengan perlahan-lahan agar mencapai matlamat yang sebenar. Hakikat perkataan adalah alif, (alif adalah satu huruf dalam tulisan jawi, kalau tulisan rumi.. mestilah ‘a’ ), manakala hakikat alif pula adalah noktah, dan hakikat noktah adalah dakwat.

Jikalau dikaji selanjutnya maka hakikat dakwat pula adalah cecair, sedangkan hakikat cecair adalah debu-debu, dan hakikat debu-debu adalah unsur-unsur (atom) dan hakikat unsur adalah Cahaya Allah.
Sedangkan Gelap (tidak diketahui) ialah Cahaya Dzat, …. dalam gelap itulah adalah ‘Air Kehidupan’ (Yang Menghidupkan).
Sebagai misalan,  ….jika anda melihat kepada dakwat, maka dengan sendirinya huruf hilang,…

dan jika anda melihat huruf , maka dakwat hilang…
Sejajar dengan itu cuba difikirkan pula:
Jika ana ada Dia tiada, … dan jika Dia ada ana pula tiada…
“Ketahuilah, barangsiapa di berikan pengetahuan tentang Alif dan mengamalkannya, maka telah diberi pengetahuan tentang rahasia tauhid Wahdaniyah (keesaan) dan naik menuju rahasia Ahadiah (kewujudan)”

Rabu, 22 Juni 2016

Rugyah

Tata Cara Ruqyah

II. Persiapan
a. Bagi yang akan mengobati:
1.       Kesiapan ruhiyah/mental dan jasmaniah/fisik untuk melakukan pengobatan, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
•        Kondisi ruhiyah dengan meluruskan akidah, bahwa yang menyembuhkan semata-mata hanya Allah SWT, sedangkan peruqyah hanya sebagai perantara yang memohonkan kesembuhan bagi pasien dengan cara membaca al-Quran.
•        Bukan berniat meminta pertolongan kepada jin atau merasa mampu menguasai jin.
•        Menyempurnakan ibadah wajib dan menambahnya dengan amalan-amalan sunnah, seperti zikir di waktu pagi-petang, banyak membaca al-Quran, shalat tahajud, shalat dhuha, shalat hajat, puasa sunnah, dll..
•        Memperhatikan adab-adab islam, seperti selalu menjaga wudhu, melakukan sunanul fitrah: memotong kuku, memotong bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak. Juga memperhatikan adab makan, adab minum, adab tidur, adab keluar masuk WC dll..
•        Menjauhi diri dari kemaksiatan.

2.       Mempunyai ilmu tentang meruqyah.
3.       Mampu membaca al-Quran dengan tajwid yang benar.
4.       Sebaiknya sudah menikah, terutama bagi yang akan meruqyahperempuan.
5.       Bagi yang akan meruqyah perempuan, harus didampingi oleh mahramperempuan.
6.       Yakin bahwa dia sendiri terbebas dari kemasukan jin.

b. Bagi pasien ( orang yang akan diruqyah)
1.       Sama dengan persiapan orang yang akan mengobati.
2.       Bersedia untuk tidak berobat kepada dukun atau yang sejenisnya.
3.       Bersedia untuk membuang semua jimat yang pernah dipakai.
4.       Bertaubat atas seluruh kesalahan yang telah lalu, terutama yang sudah terlanjur belajar sihir,ilmu kesaktian,tenaga dalam dan sejenisnya.
5.       Siap bersabar melakukan pengobatan dan terapi betapapun lamanya.
6.       Memahamkan kepada keluarga pasien supaya tidak terpancing emosi terhadap apa yang diungkapkan oleh jin melalui pasien ketika diruqyah.

d.Diagnosa.
     Diagnosalah dengan teliti pasien anda.Boleh jadi ada pasien yang berkata dirinya kena santet tapi sejatinya penyakit fisik biasa.Jika yakin pasiennya adalah korban santet maka cari tahu lewat mimpi pasien apa saja media yang digunakan untuk menyantet pasien.Apakah fotonya,rambutnya,pakaiannya atau yang lain.Syekh Abdur Raouf Bin Halema pakar ruqyah mengumpulkan jenis-jenis santet sekaligus ayat yang digunakan untuk menetralisirnya.Berikut mimpi dan yang berkaitan dengan media santet:
·         Gembok : bermimpi untuk dikejar perkelahian , diblokir atau dipenjara ; diblokir dalam hidup .
·         String dengan knot : bermimpi ular .
·         Sungai: bermimpi massa air.
·         Pohon: bermimpi tebing, turun , turun , yang tinggi , atau dalam pesawat terbang .
·         Lobang, jembatan , atau ini: bermimpi tentang lubang , jembatan atau sumur , jatuh di Kuburan : bermimpi orang mati, kuburan atau pemakaman . Apatis, depresi, kelemahan dan berpikir tentang kematian .
·         Sepatu , jejak kaki : bermimpi tentang kendaraan , perjalanan , gunung , dan penyakit kaki .
·         Pakaian : bermimpi anak-anak atau bayi . Efek buruknya membungkus orang .
·         Foto : perubahan kepribadian , keburukan , kegelapan wajah , sakit di wajah.
·         Rambut : kekhawatiran , masalah berturut-turut , sakit kepala , masalah mental .
·         Tulisan : bermimpi tentang orang-orang , masalah penelitian .
·         Arang : kesedihan , aspek gelap, persepsi yang buruk .
·         Api : memimpikan api , bara api atau asap , pembakaran dalam tubuh .
·         Bintang atau trombone : diikat , janji tidak dihormati , situasi yang sangat kompleks.
·         Canary ( itu adalah pot di mana mereka menempatkan campuran untuk sihir ) : hidup diblokir .
·         Cut cola ( 2 inch kacang yang mereka makan di Afrika dan digunakan pada acara-acara , mereka menggunakannya dalam ilmu sihir seperti boneka untuk membakar atau memotong atau sengatan ) : peluang yang selalu gagal.
.         Cola disengat atau boneka : sensasi disengat , beberapa nyeri di tubuh .
·         Darah kotor : penyakit darah , masalah kesehatan yang abnormal .
·         Darah menstruasi : bermimpi darah , masalah seksual dan kehamilan .
·         Hewan bangkai : penyakit menjijikkan , tampak sengsara atau menjijikkan .
·         anjing: bermimpi anjing , karakter yang buruk .
·         Ikan : bermimpi ikan .
·         Tulang : tulang ' sakit , nyeri atau lemah .
·         Kotoran : bermimpi kotoran , buang hajat , air kotor atau toilet .
·         keledai :  kebodohan , tidak mampu memahami , keras kepala .
·         Celana : masalah seksual serius , mimpi erotis berat.
·         Pubis rambut : hal yang sama.
·         Semut , rayap : pin dan jarum dalam tubuh , ratusan jin dalam tubuh .
·         Cengkeh: terbakar seperti  cengkeh panas,sering gugup.

·         kegilaan : kehilangan kapasitas mental pada derajat yang berbeda , bermimpi orang gila.
·         Pengorbanan : bermimpi daging , jiwa ditangkap ( ada kepribadian ) , ilmu sihir dengan pengorbanan .
·         Patung : sama dengan korban sihir ,mimpi topeng .
·         Rambut kemaluan: mimpi rambut kemaluan
·         Revivification : kepribadian mati, tidak ada hati nurani . Setiap bagian dari orang yang meninggal , tidak menanggapi lagi .
·         Kulit: penyakit kulit.
·         Kelemahan mental : kesulitan untuk berpikir atau memutuskan hilangnya kepercayaan
Gembok
أَوَلَمْ يَرَ‌ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضَ كَانَتَا رَ‌تْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Tali dengan simpul
وَيَسِّرْ‌ لِي أَمْرِ‌ي ﴿٢٦﴾ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي ﴿٢٧﴾ يَفْقَهُوا قَوْلِي
sungai
فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْر فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
pohon
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ‌ وَالْبَحْرِ‌ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَ‌قَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَاٍ
.Lobang,jembatan dan sumur
وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّه فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاء فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍِ
kuburan
أَوَ مَن كَانَ مَيْتاً فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَاً
Sepatu dan jejak kaki
ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ
pakaian
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاساً يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشاً وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ
Foto
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلآئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ
Rambut
إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباً وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيّاً
Tulisan
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ
Arang
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكْفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
Api
كُلَّمَا أَوْقَدُواْ نَاراً لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Klip kertas
لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ
Pot
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً
Cut cola ( 2 inch kacang yang mereka makan di Afrika dan digunakan pada acara-acara , mereka menggunakannya dalam ilmu sihir seperti boneka untuk membakar atau memotong atau sengatan ) إِنَّ اللّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَى يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ
Cola disengat atau boneka
إِذْ جَاءُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ‌ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ‌ وَتَظُنُّونَ بِاللَّـهِ الظُّنُونَا ﴿١٠﴾ هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا
Kemarahan
وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
Darah kotor
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ
Darah Haid
فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Bangkai hewan
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلاَّ مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُواْ بِالأَزْلاَمِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ
.
Anjing
وَمَا عَلَّمْتُم مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّهُ
Ikan
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنْ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Tulang
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلاً وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Tinja
وَرَ‌بَّكَ فَكَبِّرْ‌ ﴿٣﴾ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ‌ ﴿٤﴾ وَالرُّ‌جْزَ فَاهْجُرْ‌
Kulit
وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثاً وَمَتَاعاً إِلَى حِينٍ
Keledai
مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً
Pakaian dalam
بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ
Rambut kemaluan
فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ خُلِقَ مِن مَّاء دَافِقٍ
Cengkeh
لَآكِلُونَ مِن شَجَرٍ‌ مِّن زَقُّومٍ ﴿٥٢﴾ فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ ﴿٥٣﴾ فَشَارِ‌بُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ
Kegilaan
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ
.
Pengorbanan
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
kesalahan
فَأَنسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ
وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً
REVIVIFICATION Surat 30 verses 17-19
فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيّاً وَحِينَ تُظْهِرُونَ
يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ
Duit hilang
فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَى مَا أَنفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَداً
patung
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمْ لَهَا وَارِدُونَ
Suara bising
وَخَشَعَت الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْساً
PRESENCE IN THE HOUSE Surat 27 verse 52 until dhalamou three times
فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا
Bernafsu
وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِم مِّن قَبْلُ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُّرِيبٍ
Lemah mental
وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

Sakit mata
فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَاءكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ
Lemah syahwat
وَالسَّمَاء بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُون وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ َ تَذَكَّرُونَ

Menggigil kedinginan
لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْساً وَلَا زَمْهَرِيراً
Rayap
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُ
ketakutan
وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
Membunuh jin dan tukang sihir
يَا مَعْشَرَ‌ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ‌ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضِ فَانفُذُوا ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ ﴿٣٣﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَ‌بِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٤﴾ يُرْ‌سَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ‌ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَ‌انِ

d. Persediaan ,Tempat dan Alat-alat
1.       Tempat harus bersih dari segala gambar dan patung.
2.       Tempat harus bersih dari kotoran dan berudara segar.
3.       Sarung tangan bagi pria yang akan meruqyah perempuan yang bukan muhrimnya
4.       Sediakan air putih dan jika ada juga madu, minyak habbah al barakah (habbah as sauda`), minyak zaitun dll.

III. Cara Meruqyah
.1.  Siapkan air putih atau garam atau habah barokah atau minyak zaitun yang nantinya ditiup setelah baca ayat-ayat ruqyah.Air putih diminumkan kepada pasien setelah ruqyah dan minyak untuk memijit bagian yang sakit.Ini berfungsi juga membantu menghancurkan efek dari jin dan bisa juga menyiksa jin jika masih ada di dalam tubuh.Media
2. tersebut bisa menyimpan bacaan ayat ruqyah yang ditiupkan kepadanya.    Posisi pasien boleh berdiri, duduk atau berbaring sambil menghadap kiblat. Bagi pasien perempuan sebaiknya duduk atau berdiri dan bagi laki-laki atau pasien yang sakitnya terlalu serius sebaiknya dibaringkan dengan kaki mengarah ke kiblat.Tangan dan kaki  pasien dipegangi oleh 4 orang agar ketika kesurupan tidak mengamuk ke peruqyah dan agar peruqyah konsen terhadap bacaan ruqyah kalau terjadi reaksi keras dari pasien.

3.Kunci jalan jin supaya tidak bersembunyi ketika diruqyah dengan membaca ayat-ayat berikut sambil melingkarkan tangan serta menggerak-gerakkannya dipergelangan tangan dan kaki pasien.
•        Surat Al Baqarah : 148, dibaca 3 X
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
•        Surat An Nisaa` : 78
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
•        Surat At Taubah : 129
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
•        Surat Al Mu`minuun : 115
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
•        Surat Yaasiin : 9, dibaca 3 X
وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

4.       Meletakkan tangan kanan di dahi/kepala pasien, kemudian mulai membaca ayat-ayat berikut.Perhatikan jika pasien merasa tersiksa ketika membaca suatu ayat maka ulangilah ayat tersebut berkali-kali sampai jin lemah.Itu artinya ayat tersebut sangat menyiksa jin.
•        Surat Al Fatihah 1 s/d 7,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ *الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِم ْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
•        Al Baqarah : 1 s/d 5
الم * ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ *وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ * أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
•        Al Baqarah : 102
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
•        Al Baqarah : 163 s/d 164
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ * إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
•        Al Baqarah : 255 s/d 257
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ * لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ * اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
•        Al Baqarah : 284 s/d 286
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ * ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.
•        Ali Imron:18
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم
•        Al A’raaf : 117 s/d 122
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ * فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ * فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ * وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِين * قَالُوا ءَامَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ * رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ
•        Yunus : 79 s/d 82
وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ * فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَى أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ * فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
•        Thaaha : 65 s/d 70
قَالُوا يَامُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى * قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى * فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَى * قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَى * وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى * فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا ءَامَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى
•        Al-Mu'minun : 115 s/d 118
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ * فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ *وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ * وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرلرَّاحِمِينَ
•        Yaasiin : 1 s/d 9
يس * وَالْقُرْءَانِ الْحَكِيمِ * إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ * عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ * تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ * لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ ءَابَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ * َقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ * إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُون * وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
•        (Ash Shaaffat : 1 s/d 10)
وَالصَّافَّاتِ صَفًّا * فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا * فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا * إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ * رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ * إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ * وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ * لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ * دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ * إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

•        Al Ahqaaf : 29 s/d 32
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ * قَالُوا يَاقَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ * َاقَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَءَامِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَولِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

•        Al Hasyr : 21 s/d 24
لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْءَانَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ * هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ * هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ * هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

•        Al Jin : 1 s/d
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا * يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا * وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا * وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا * وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا * وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا * وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا * وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا * وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا * وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

•        (Al Ikhlash : 1 s/d 4 )
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ * اللَّهُ الصَّمَدُ * لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
•        Al Falaq : 1 s/d 5
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ * وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
•        An Naas : 1 s/d 6
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Jangan lupa menambah ayat yang sesuai untuk santet seperti di bagian Diagnosa jika itu pasien santet.Setelah membaca ayat-ayat di atas  jangan ngomong dulu dan langsung tiupkan ke air.Air tersebut berarti telah dibacakan ayat ruqyah dan siap diminumkan ke pasien nantinya.
5.       Kalau terjadi sira' kesurupan) sebelum selesai membaca ayat-ayatruqyah dengan ciri-ciri pasien menyerocos, kejang yang tidak terkendali, mengeluarkan suara berdesis, mempermainkan mulut dan mata, maka yang mengobati sebaiknya tidak memperdulikan itu semua sampai selesai membaca semua ayat-ayat ruqyah.Tapi kalau peruqyah sudah mahir dan sering meruqyah maka boleh berhenti untuk langsung berdialog dengan jin.Karena jika jin nakal maka peruqyah bisa langsung memilih ayat-ayat yang sesuai untuk menundukkan jin sesuai dengan pengalamannya atau meneruskan bacaannya sampai jin benar-benar tersiksa dan terkuras tenaganya.Terkadang jin yang kuat akan membandel meski dia tersiksa.Anda bisa membaca lagi ayat-ayat ruqiyah di atas atau memilih ayat-ayat khusus yang efeknya besar pada jin seperti ayat kursi atau surat Jin dan dibaca berkali-kali sampai jin menyerah.
6.       Setelah selesai membaca semua ayat ruqyah, baru dimulai dialog dengan jin dan membujuknya untuk keluar melalui ibu jari kaki atau mulut atau telinga atau hidung dan jangan sampai keluar melalui mata atau kerongkongan karena bisa menyakiti pasien.Adapun yang paling mudah bagi jin untuk keluar adalah melalui mulut.

7.Dialog dengan Jin:
a. 1- Jangan mengganggunya
Sebelum menjelaskan apa yang harus dikatakan kepada jin , mari kita hilangkan apa yang tidak boleh dikatakan . Ketika kita menyerangnya dengan memerintahkan dia untuk pergi keluar dari pasien dan memanggilnya sebagai musuh Allah atau memerintahkan dia untuk menjadi muslim , ia akan membela diri , dan akan mengeluarkan segala jenis kebohongan dan strategi untuk menyembunyikan dirinya .Pendekatan ini tidak berguna . Itulah mengapa beberapa orang menganggap jin sebagai pembohong. Jika Anda ingin menggunakan strategi kekuatan, Anda hanya perlu membaca Alquran dan membakarnya sampai ia meninggalkan pasien tanpa berdiskusi dengan dia .Jika ia berbicara , itu adalah kesempatan untuk membuat situasi membaik. Dalam rangka untuk mendapatkan kerjasama dari jin , Anda harus  bersikap  hati-hati dan meyakinkannya . Anda harus memahami sudut pandang jin .Ketika ia dikirim dengan mantra , itu bukan salahnya . Jin bisa menjadi baik atau buruk . Sebagian besar tidak ingin berada di sana , mungkin juga dia tidak suka misinya . Kadang-kadang ia terancam untuk mencapai misi karena keluarganya disandera .Hal ini terjadi juga bahwa jin tidak mengerti apa yang terjadi , dan tidak tahu apa-apa tentang ilmu sihir atau tidak tahu apa yang dia lakukan di dalam tubuh pasien . Terkadang jin yang buruk malah mengambil kesenangan dalam misinya dan bertindak lebih dari apa yang diperintah .Di Afrika khususnya , jin hampir selalu bekerja profesional dengan penyihir , dan setiap kali seorang penyihir mati mereka akan mencari penyihir lain untuk bekerja dengan dia atau mengajarinya .Jadi Anda tidak harus secara otomatis mengambil jin ini sebagai musuh dan cobalah untuk memperoleh partisipasi mereka dalam menghancurkan mantra untuk membebaskan mereka .Adapun jin yang membalas dendam , Anda harus tahu bahwa mereka menderita banyak ketika mereka memukul oleh manusia dan mereka bahkan dapat menjadi cacat dan merasakan sakit untuk waktu yang lama . Hal yang biasa bagi mereka untuk membalas dendam selama bertahun-tahun yang panjang , toh mereka tidak ada lagi yang bisa dilakukan , dan mereka mendapatkan tempat tinggal dan makanan dari pasien .Saya hanya menyatakan bahwa kita tidak harus memposisikan mereka sebagai yang bersalah , tetapi mengerti mereka untuk menguasai mereka .Adapun jin cinta , kita harus memahami bahwa dalam dunia mereka , ketika mereka sedang jatuh cinta , mereka tetap bersama-sama dan membentuk pasangan tanpa prosedur atau saksi; jin pikir dia bisa melakukan hal yang sama dengan manusia dan tanpa melihat ada yang salah dalam apa yang dia lakukan. Dia bahkan akan menganggap suamilistri pasien sebagai saingan . Selama jin hanya mengincar pasien , mereka umumnya tidak membahayakan orang tersebut
2 - Tentukan tujuan kehadirannya
Ini adalah hal yang paling penting untuk diketahui. Anda dapat bertanya padanya : " Apa yang kamu lakukan di sini ? " Seringkali dia tidak akan menjawab , karena kekuatannya berasal dari fakta ia tidak terlihat dan tersembunyi bagi kita .Semakin mereka diketahui, semakin kita tahu tentang mereka maka semakin mereka melemah . Dengan demikian , mereka kadang-kadang curiga dan ketakutan yang kita informasi yang kita terima .Anda harus terus mengajukan pertanyaan sampai dia menjawab. Kita dapat mengatakan : " Apakah Anda telah dikirim melalui ilmu sihir ? Apakah ada orang yang memaksa Anda untuk datang ? " , " Apakah dia menyakitimu ? Apakah orang ini layak dapat hukuman ? " " Apakah kau mencintainya ? Apakah Anda ingin berdua saja dengannya ? "Anda harus mengajukan pertanyaan sampai Anda memiliki jawaban . Mungkin jin akan berbohong , tapi itu tidak akan sulit untuk mengetahuinya. Jin selalu berbohong karena suatu alasan .Misalnya agar Anda berhenti membaca Quran , dia akan berbicara melalui mulut pasien dan akan berjanji untuk meninggalkan atau menjadi muslim . Dalam hal ini , Anda tidak harus mengganggunya melainkan menanyakan tujuan kehadirannya .Untuk mengkonfirmasi alasan kehadirannya , Anda dapat bertanya padanya : " Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Dimana? Sejak kapan? Apa jenis sihirnya( jika sihir ) ? " Kemudian periksa apakah jawabannya masuk akal dan sesuai dengan kenyataan . Lagi pula , kita tidak harus percaya padanya , jin juga bisa membuat kesalahan seperti manusia . Tujuannya adalah untuk mengakhiri sebuah masalah. Kami menambahkan elemen ini untuk diagnostik kami : kalau dia bilang sihir yang dimakan dan kami pikir itu di kuburan , kita hanya harus memperlakukan keduanya.Namun , jin terkadang takut pada kita karena mereka tahu bahwa mereka akan dibakar . Untuk berdialog dengan mereka dalam kasus sihir , Anda harus meyakinkan mereka dengan mengatakan : " Jangan takut , saya tidak ingin menyakiti Anda . Aku hanya ingin membatalkan mantra sehingga Anda akan bebas dan orang ini akan sembuh . Aku hanya ingin kau membantu saya untuk menghancurkan mantra " .Kita juga bisa mengatakan " Aku hanya ingin kau dan aku sepakat dalam rangka memecahkan masalah dan semua akan baik-baik daripada bermusuhan yang tak menghasilkan apa-apa " .Boleh jadi jin menolak untuk berbicara meski dia mampu . Sayang sekali ! Anda hanya bisa membacakan ayat ruqyah. .
3 - Tentukan adanya sihir dan jin
Ketika jin terkait dengan ilmu sihir , penting untuk mengetahui jenis sihir itu : dimakan , tertulis, dimasukkan ke dalam tubuh atau diinjak Bisa jadi jin tidak tahu apa-apa tentang sihir dan tidak mampu memberikan informasi, tetapi sebagian besar jin tahu .Ketika dia tidak tahu , Anda bisa membimbing dia dengan mengatakan : " Bisakah Anda melihat di perutnya jika ada sihir ? " " Bisakah Anda memeriksa apakah ada tanda abnormal" atau " Apakah ada sesuatu yang mencegah Anda  pergi ? keluar? " " Dimana itu ? "Kemudian tanyakan jin , apakah dia terkait dengan ilmu sihir atau tidak , jika pasien memiliki sihir lain dan jika ada jin lain yang hadir . Tanyakan bagaimana sihir lain yang dibuat dan mengapa jin lain hadir .
4 - Ketahui lebih banyak tentang dia
Ini bukan soal rasa ingin tahu bahwa Anda akan menanyakan namanya , jenis kelamin , usia, agama dan berapa lama ia telah ada . Hal ini hanya untuk mempersiapkan langkah-langkah berikut . Jin merasa kuat dan sombong ketika orang tidak mengenal mereka dengan baik dan sehingga takut kepada mereka . Ketika dia mengungkapkan identitasnya , ia menyisihkan kesombongannya dan membuka dirinya untuk Anda .Dalam langkah sebelumnya , buat dia nyaman atas niat kita dan meminta bantuannya terkait sihir yang diderita pasien , dorong dia untuk meningkatkan kebaikannya dan percaya pada kita . Karena kondisi pikirannya dia sudah cenderung untuk menerima perkataan kita .Anda juga harus bertanya kepadanya bagaimana ia masuk ke dalam tubuh seseorang , lokasi dan efek pada pasien . Semua ini akan membantu Anda dengan memverifikasi kebenaran kata-katanya , bahkan menjadi informasi berharga untuk mendorong dia keluar dari pasien ketika negosiasi tidak berhasil :  bekamlah di mana dia berada di tubuh pasien dan tempat masuknya .
5 - Mengajak dia menjadi Muslim
Pertama , beberapa jin tidak ingin nama agama mereka atau mendiskusikan tentang hal itu . Cobalah untuk membawa dia untuk berbicara . Misalnya , saat dia tidak menjawab " Apa agamamu ? " Anda bisa bertanya: " kamu Muslim, Kristen , Yahudi , atheis " , "Anda tidak memiliki agama apapun » Semua pertanyaan ini bertujuan untuk mendapatkan  jawaban .Jika dia tidak memberikan jawaban apapun, Anda bisa mengatakan : " Apakah Anda ingin menyatakan agama Anda ? " Ketika ia menjawab : "tidak" , Anda dapat mengatakan , dan mencoba untuk memulai diskusi " mengapa? " . Akhirnya , Anda dapat mencoba menebak alasan penolakannya dan menanyakan pertanyaan yang provokatif , seperti : "Anda tidak ingin memberikan agamamu karena Anda tahu bahwa agamamu adalah agama yang salah" " Anda tahu bahwa Anda akan menjadi Muslim jika Anda berdiskusi dengan kami ! "Perbedaan nyata antara dakwah dari jin dan dakwah manusia adalah bahwa jin tidak memiliki pikiran yang njelimet . Jika Anda mengatur untuk menghadapi mereka dengan kebenaran, mereka menyerah. Argumen yang tidak diragukan cukup untuk memasukkan mereka ke dalam Islam.
Anda juga bisa membaca ayat berikut untuke mendakwahi mereka agar masuk Islam:
- الله نور السماوات والأرض مثل نوره كمشكاة فيها مصباح المصباح في زجاجة الزجاجة كأنها كوكب دري يوقد من شجرة مباركة زيتونة لا شرقية ولا غربية يكاد زيتها يضيء ولو لم تمسسه نار نور على نور يهدي الله لنوره من يشاء ويضرب الله الأمثال للناس والله بكل شيء عليم .
- إن الدين عند الله الإسلام .
- إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا إنما يدعو حزبه ليكونوا من أصحاب السعير .
- وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

Tanya dia apa yang dia lihat.Apa dia bersedia masuk Islam sekarang ? Biasanya dia melihat cahaya yang akan menuntunnya meyakini kebenaran Allah .
.6 - Mengusulkan dia pergi
Apa pun hasil dari langkah-langkah sebelumnya , Anda harus meminta jin untuk meninggalkan pasien. Jika ia melekat pada ilmu sihir , ia mungkin takut dukun . Maka ajarilah beberapa doa untuk perlindungan , misalnya : " la ilaha illa Allah , Allahu Akbar , Allah lebih kuat dari dukun " .Juga , jika Anda tahu jin muslim yang kuat dan banyak , Anda dapat memberitahu dia untuk tinggal bersama mereka untuk dilindungi dalam kelompok mereka , misalnya pergi ke Mekah . Tapi yang pasti Anda harus lakukan adalah menemukan sihir yang terhubung dengannya dan menghancurkannya .Dalam kasus balas dendam , Anda harus menjelaskan bahwa orang tersebut tidak bermaksud menyakiti jin dan telah cukup menderita dari balas dendam jin , dan balas dendam tidak akan mengubah atau memperbaiki apa yang hilang .Jika jin bersedia keluar maka ambillah sumpah jin dan adzanlah di telinga kanan serta iqamat di telinga kiri pasien kemudian ajarkan bacaan berikut:"Aku bersumpah kepada Allah untuk keluar dari jasad ini dan tidak akan kembali lagi atau kepada orang lain.Ya Allah jika aku jujur maka permudahlah keluarku.Jika aku bohong maka jadikanlah orang mukmin berkuasa atas diriku dan baiku laknat Allah dan malaikat serta semua manusia.Allah Maha bersaksi atas perkataanku"

IV. Kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ketika dialog serta cara mengatasinya
a.       Kadang-kadang jin tersebut tidak mau bicara, adakalanya karena takut dan sombong atau karena perintah dari tukang sihir, maka peruqyah membacakan ayat berikut berkali-kali:
أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ
b. Kita bisa meminta jin untuk memutuskan buhul sihir.Minta jin untuk menatap buhul sihir dan bacakan:
- وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
- وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ
- فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ
- بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِين
Untuk kasus antet,Jika pasien tidak kesurupan maka kita bisa buka mata gaibnya dengan menutup matanya dengan kain dan dia berdoa kepada Allah agar ditunjukkan apa yang terjadi pada dirinya dan kita bacakan ayat
لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
Jika belum berhasil maka teruslah berdoa dan membacakan ayat tersebut.Doa pasien mustajab karena dia dalam posisi terdzolimi oleh santet.
Jika pasien bisa melihat buhul sihir dan benda sihir maka suruh memegangnya dan kita atau pasienmembaca ayat kursi dengan niat menghancurkannya dan ditiup ketangan pasien.
c..      Jika jin utusan tukang sihir.
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
d.       jika jin punya perjanjian dengan tukang sihir atau pasien
بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

f.        jika jin jatuh cinta pada pasien
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
g.       Jika jin balas dendam karena rumahnya dirusak pasien atau kerabatnya terbunuh tak sengaja oleh pasien.
فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ (17) وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ (18) يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ (19)
h.         Jika jin keras kepala
هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (63) اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

maka perangi tukang sihir dengan menyuruh jin menatap tukang sihir sambil kita membaca ayat-ayat berikut :

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ
- وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُمْ بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ
- وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ
- وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ
- فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

i.       Apabila jin membandel untuk keluar, bisa dipaksa dengan memukul tubuh pasien dengan pukulan yang tidak menyakiti.
j.      Apabila di tengah-tengah dialog jinnya lari atau bersembunyi, peruqyah bisa membaca ayat berikut untuk memaksa jin untuk muncul kembali.
•         أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
•         إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُون
•         وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ
•         وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
•         إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
•         أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِين
f.      Apabila pasien mengeluarkan keringat atau merasa ada cairan yang keluar dari sekujur tubuhnya berarti ada jin yang terbakar di tubuhnya

g.        Jika jin bersedia keluar dari tubuh pasien, maka peruqyah harus mengajak jin mengulangi syahadatnya, kemudian mengajarinya istigfar dan taubat serta mengambil sumpah. Selanjutnya menyuruh jin untuk keluar dari ibu jari kaki atau mulut sesudah mengucapkan salam terlebih dahulu. Bagi peruqyah, untuk memudahkan jin untuk keluar bisa diiringi dengan azan ditelinga kanan dan iqamat di telinga kiri.
Untuk membuktikan apakah jin betul-betul sudah keluar atau belum, bacakan ayat-ayat ayat kursi,4 ayat terakhir al mukminun ,4 ayat terakhir Al Hasyr serta 10 ayat pertama surat Jin. Kalau jinnya belum keluar, dia akan terpaksa muncul lagi, tapi bila dia betul-betul sudah keluar pasien akan kembali seperti semula.
Cara ini juga bisa memaksa jin yang lain untuk muncul andaikata jin yang berada di tubuh pasien lebih dari satu. Jangan lupa ditanya berapa jumlah jin yang masih tersisa di tubuh pasien ketika jin sudah masuk Islam.Jika jin menawarkan diri untuk ikut anda maka jangan diterima.Karena ikutnya jin adalah merasuki tubuh.Berarti anda akan dihinggapi jin dan bisa kesurupan setiap saat.Kalau dia ingin belajar Islam maka suruh dia tinggal di masjid atau tempat yang diajarkan agama.Bisa juga disuruh pergi ke Mekkah untuk belajar agama di sana.Kalau dia takut diserang kawannya maka minta dia bergabung dengan kerajaan jin muslim.Suruh dia mencari kerajaan jin muslim.

VI. Meruqyah Dengan Membuka Vision Gaib Pasien.
            Jika pasien tidak dalam keadaan kesurupan maka Anda boleh mencoba juga tehnik ini.Caranya:
1.         Pejamkan mata pasien dan tutup matanya dengan tangan anda.Posisi Anda di belakang pasien.
2.         Bimbing pasien berdoa:"Ya Allah tunjukkan sumber penyakitku".Atau bisa juga:" Ya Allah tunjukkan makhluk halus yang menggangguku".atau doa yang semisal.
3.         Bacakan ayat
لا تدركه الأبصار وهو يدرك الأبصار وهو اللطيف الخبير-

- فكشفنا عنك غطاءك فبصرك اليوم حديد
4.         Tehnik ini berhasil jika pasien bisa melihat jin yang mengganggunya
5.         Teruslah berkomunikasi dengan pasien dan tangan anda sudah boleh dilepas tapien harus tetap menutup mata..
6.         Jika Anda yakin bisa melihat maka sebelum membuka vision gaibnya bacakan ayat Kursi dengan niat menjadikannya pedang sebagai senjata pasien.Katakan kepada pasien:Jika melihat jin maka jika mereka menyerangmu maka seranglah balik.Jika tidak maka bimbinglah pasien berkata: Wahai para jin dan dukun santet,bertaubatlah kalian.Masuklah kepada Islam.Taatlah kepada Allah.Jika tidak maka sebentar lagi dnegan ijin Allah kalian akan hancur oleh pasukan-pasukan Allah.Baiklah sekarang saatnya memohon kepada Allah untuk menurunkan pasukanNya>Kalian tidak akan selamat kecuali yang telah bertaubat dan masuk Islam"
7.         Jika pasien kewalahan menghadapi para jin maka berdoalah:"Ya Allah turunkan pasukanMu untuk menghancurkan para jin dan dukun yang telah menyakiti pasien ini.Kemudian baca ayat
- ولله جنود السموات والأرض وكان الله عزيزا حكيما
- و كان حقا علينا نصر المؤمنين
Bacalah berkali-kali sampai para jin dan dukun hancur semua.Jika sudah pasien boleh membuka mata.
Tehnik ini jika berhasil adalah tehnik yang paling efektif karena cuma butuh waktu yang sangat singkat

VI. Meruqyah Sakit Fisik.
            Anda bisa memijit atau mengusap dengan arah putaran towaf (berlawan arah jarum jam) bagian yang sakit sambil membaca Al Fatihah,4 ayat ahir Surat Al Mukminun,4 Ayat ahir Surat Al Hasyr ,9 ayat pertama surat Jin,Al falaq dan An Nas.Kemudian seolah anda mencabut penyakitnya dan buang.Lakukan beberapa kali sampai kondisi membaik.
VII. Yang perlu diperhatikan ketika meruqyah
1.       Memelihara adab islami, terutama bagi yang meruqyah perempuan.
2.       Dialog dengan jin seperlunya saja.
3.       Jangan sesekali mengikuti perintah jin sekalipun itu baik, kecuali bila dia menunjukkan sarana untuk masuknya ke tubuh pasien berupa jimat dll.
4.       Kalau dibutuhkan memukul tubuh pasien untuk mengeluarkan jin, jangan sampai menyakitinya, karena jin sudah kesakitan dengan pukulan ringan.
5.       Hindari segala hal yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah dalam pengobatan.

VIII. Cara mengakhiri ruqyah
1.       Ruqyah berakhir dengan keluarnya jin dari tubuh pasien.
2.       Kalau jin tidak juga mau keluar sementara kondisi pasien dan peruqyahsudah letih, maka ruqyah bisa diakhiri dengan menghentikan bacaan dan berusaha menyadarkan pasien dengan memanggil namanya.
3.        Pasien diberi minum air yang diruqyah, kalau bisa dicampur minyak habbah al barakah.

IX. Hal-hal yang harus diperhatikan pasien selama pengobatan
1.       Selalu shalat berjamaah di Masjid.
2.       Tidak mendengarkan musik dan lagu, termasuk juga nasyid.
3.       Berusaha untuk selalu berada dalam keadaan berwudhu terutama sebelum tidur.
4.       Membaca do'a setiap memulai suatu pekerjaan.
5.       Merutinkan zikir-zikir di saat pagi-petang.
6.       Usahakan mengisi waktu lowong dengan bacaan al Quran dan zikir.
7.       Mandi dengan air yang sudah diruqyah.
8.       Berteman dengan orang shaleh
9.       Untuk pasien yang bisa melihat makhluk astral maka jangan ditanya-tanya masih bisa tidak melihatnya.Tubuh pasien seperti ini rentan kemasukan jin-jin lain.Maka dibutuhkan pembentengan yang kontinyu dengan membaca ayat-ayat ruqyah tiap malam.Setelah membaca ayat-ayat ruqyah  di tiup ke air dan telapak tangan dan diusap ke seluruh tubuh  .Minumlah air ruqyah.Lakukan secara istiqomah.

X.Pembentengan Diri Peruqyah.
       Tidak semua jin masuk Islamnya pura-pura.Ada juga yang murtad lagi.Biasanya yang seperti ini akan balas dendam kepada peruqyah atau keluarganya.Atau bisa juga si dukun akan marah dan mengirim santet ke peruqyah.Tidak usah panik.Lakukan pembentengan dengan cara secara kontinyu membaca ayat ruqyah tiap malam dan tiupkan ke air putih dan ke telapak tangan kemudian diusapkan ke seluruh tubuh.Keluarga peruqyah diharapkan melakukan hal yang sama.Capek?? jangan memikirkan itu.Pikirkan pahala membaca ayat Al Quran yang besar.Boleh jadi kita baca Qurannya tidak istiqomah.Dengan wirid ayat ruqyah ini minimal kita istiqomah baca Quran yang mengandung ruqyah.Tambahkan doa dan ayat berikut untuk pembentengan diri:
1-     أَعُوذُ بِوَجْهِ اللهِ الْكَرِيمِ وَبِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِي  لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَشَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَشَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَشَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ إِلاَّ طَارِقٍ  يَطْرُقُ بِخَيْرٍ. يَا رَحْمَنُ.
2-     وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ (97) وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (98)
3-     وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا (45)
Bisa juga ayat ruqyah ditiupkan ke air untuk mandi.Tapi usahakan airnya tidak jatuh ke tempat najis ketika mandi.Jadi bisa mandi di halaman dengan menggunakan pakaian yang menutupi aurot.Yang pasti harus menutup aurot kalau di ruangan terbuka.

X.Penutup
        Sebenarnya meruqyah tidak mempunyai aturan yang baku, tapi bisa berjalan sesuai kondisi. Ibarat seorang dokter memberikan obat kepada pasien, apabila obat dan dosisnya tepat, maka penyakitnya –Insya Allah- akan cepat sembuh. Demikian juga halnya dengan meruqyah, apabila peruqyah dapat mengetahui jenis jin yang bersarang di tubuh pasien kemudian juga tahu ayat-ayat al Quran yang tepat untuk melawannya, maka jin akan lebih cepat bisa keluar. Semakin banyak khibrah(pengalaman) seorang peruqyah, semakin mudah dia mengobati pasiennya.
Terakhir, banyak sekali hal-hal yang memancing syetan untuk masuk ke tubuh kita. Semoga Allah SWT menjaga kita dari itu semua.

SEMOGA  ALLAH MERAHMATI KITA       SEMUA.