Tampilkan postingan dengan label suriyadi musaba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suriyadi musaba. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2016

Nur' Ala Nur


Jasad seorang hamba Allah tak ubahnya seperti tanah liat, tak berdaya dan tak berupaya. Ia dilahirkan dari perut ibu dengan sifat lemah, hina, faqir, dho’if, dan serba kurang, sesuai dengan sebuah hadist Rasulullah, “Wahai ummatku, bahwa setiap hamba Allah disifatkan dengan La Haula Wala Quwwata Illa Billah.”

Sungguh benar-benar menunjukkan sifat kehambaan, jika kita perhatikan pada setiap hamba ada telinga, tetapi tidak mendengar, ada mata tetapi tidak melihat, ada kepala tetapi tidak berakal. Seandainya dibiarkan Allah sampai hari tua, dengan tidak diturunkan dan tidak disertakan sifat keindahan Allah pada jasad si hamba, maka si hamba tersebut tetap kelihatan hinanya.

Alhamdulillah, dengan rahmat Allah, tidak lama setelah hari kelahiran bayi yang tadinya tidak bisa apa-apa, Allah lalu turunkan (sertakan) sifat-Nya , seperti firman Allah di surah An-Nahl, ayat 78:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

Kesyukuran seorang hamba adalah dengan merasakan di jasad mereka disertakan Allah sifat-Nya. Ketika itulah berhimpun antara sifat Allah dengan sifat hamba. Dengan demikian jadilah si hamba manunggal dengan sifat Allah.

Jika diperhatikan gerak yang ada di tangan, pendengaran di telinga, penglihatan di mata, dan sebagainya, semuanya menunjukkan bahwa sifat Allah sedang menunggal pada jasad seorang hamba. Peristiwa tersebut menimbulkan bermacam-macam pendapat:

A. Pendapat seorang yang menonjolkan akal. Mereka beranggapan bahwa gerak di tangan adalah kekuatan tangan, pendengaran di telinga hanya dari telinga, penglihatan di mata adalah dari mata. Pendapat tersebut semata – mata berdasarkan akal tanpa hidayah. Orang yang berasumsi seperti ini tergolong kedalam ahli tobe’at. Mereka ini termasuk dalam golongan syirik khofi (syirik yang tersembunyi).

B. Golongan orang yang mengaku Islam. Golongan ini merasa telah diberi oleh Allah kekuatan di badannya, dan diberi pendengaran di telinganya, diberi Allah penglihatan di matanya. Karena semua hak Allah dianggap telah diberikan kepadanya, golongan ini termasuk golongan Qodariyah. Mereka tergolong kafir majusi karena menyalahi firman Allah di surah Al-Hadid, ayat 4:

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.”

Allah menyertakan sifat-Nya pada diri kamu, dimana kamupun berada. Ayat tersebut menjelaskan bahwa sifat Allah tidak sekali-kali diberikannya kepada hamba-Nya. Akan tetapi, hanya disertakan Allah pada jasad hamba-Nya.

C. Pendapat Ahli Sunnah Waljama’ah adalah pendapat yang benar dan maqbul di sisi Allah. Gologan ini mengakui adanya sifat ketuhanan. Allah disebut sifat Ma’ani. Artinya, hanya Zat Allah yang bersifat Qodrat, Irodat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam. Sifat tersebut di-Ma’nawiyah-kan Allah kepada hamba-Nya. Maksudnya sifat-sifat tersebut dipancarkan Allah kepada hamba-Nya. Dengan demikian, jadilah hamba yang lemah-digagahkan-Nya, yang tuli didengarkan-Nya, yang buta dilihatkan-Nya, yang bodoh dipintarkan-Nya, dan lain-lain. Itulah sifat-sifat Allah yang berkelaziman. Yaitu dari Qodrat menjadi Qodiran, dari Iradat menjadi Muridan, Ilmu menjadi ‘Aliman, Hayat menjadi Haiyan, Sama’ menjadi Sami’an, Bashar menjadi Bashiran, dan Kalam menjadi Mutakalliman. Dengan demikian, seorang hamba Allah dizohirkan Allah Ahsanul Kholikin, artinya sebaik-baik kejadian.

Kamis, 18 Desember 2014

Arti huruf hijaiyah

. ARTI HURUF - HURUF HIJAIYAH
Makna Huruf
Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :
Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.
Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : "apa faedah dari huruf hijaiyah ?"
Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.Kemudian Ali berkata : 
1. “Adapun alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,
2. Adapun ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
3. Adapun ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,
4. adapun tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”
5. Adapun jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
6. Adapun ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
7. Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
8. Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,
9. dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
10. Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
11. Zay artinya hiasan penghambaan.
12. Sin artinya Maha mendengar dan melihat. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.
13. Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.
14. Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
15. Tha artinya Yang suci dan mensucikan,
16. dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.
17. Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
18. Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
19. Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
20. Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya
21. Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
22. Adapun lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
23. Mim artinya pemilik semua kerajaan.
24. Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
25. Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.
26. Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
27. Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.
28. Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”. Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.
Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.

معاني الحروف الهجائية على لسان الإمام علي عليه الصلاه السلامجاء يهودي إلى النبي صلى الله عليه و آله سلم وعنده أمير المؤمنينفقال له : ما الفائدة في حروف الهجاء؟فقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم لعلي : أجبه , وقال اللهم وفقه وسددهفقال علي : مامن حرف إلا وهو اسم من أسماء الله عز وجلثم قال :أما الألف : الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوموأما الباء : باق بعد فناء خلقهوأما التاء : تواب يقبل التوبة عن عبادهوأما الثاء : الثابت الكائن يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابتوأما الجيم : جل ثناؤه وتقدست أسماؤهوأما الحاء : حق حي حليموأما الخاء : خبير بما يعمل العبادوأما الدال : ديان يوم الدينوأما الذال : ذو الجلال والإكراموأما الراء : رؤوف بعبادهوأما الزاي : زين المعبودينوأما السين : سميع البصيروأما الشين : شاكر لعباده المؤمنينوأما الصاد : صادق في وعده ووعيدهوأما الضاد : الضار النافعوأما الطاء : الطاهر المطهروأما الظاء : الظاهر المظهر لآياتهوأما العين : عالم بعبادهوأما الغين :غياث المستغيثينوأما الفاء : فالق الحب والنوىوأما القاف : قادر على جميع خلقهوأما الكاف : الكافي الذي لم يكن له كفوا احد ولم يلد ولم يولدوأما اللام : لطيف بعبادهوأما الميم : مالك الملكوأما النون : نور السماوات والأرض من نور عرشهوأما الهاء : هادي لخلقهوأما الواو : واحد صمد لم يلد ولم يولدوأما اللام : لا إله إلا الله وحده لا شريك لهوأما الياء : يد الله باسطة على خلقهفقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : هذا هو القول الذي رضي الله عز وجل لنفسه من جميع خلقه,فاسلم اليهودي

ARTI HURUF-HURUF HIJAIYAH

“Telah datang seorang yahudi pada Nabi Saw yang disamping beliau sahabat Ali, Amiir al-Mukminiin ra,Si Yahudi berkata “Apakah faidah huruf-huruf Hijaiyyah ?”Rasulullah Saw berkata pada Ali “Jawablah..!!, Dan Rasulullah berdoa “ Ya Allah, berilah taufik dan kekuatan pada Ali”Sahabat Ali berkata “Tidaklah terdapat huruf hijaiyyah kecuali mengandung Asma-asma Allah ‘Azza Wa Jalla, kemudian ia melanjutkan paparannya
Arti Alif = ALLAH ALLADZI LAA ILAAHA ILLA HUWA AL-HAYYU AL-QAYYUUM (Allah tiada tuhan selainNya Yang Maha Hidup dan Mengurusi)
Arti Ba’ = BAAQIN BA’DA FANAA-I KHOLQIHI (Yang Maha Langgeng setelah kehancuran makhlukNya)Arti Ta’ = AT-TAWWAAB YAQBALU AT-TAUBATA ‘AN ‘IBAADIHI (Yang Maha menerima Taubat dari hamba-hambaNya)
Arti Tsa’ = dan seterusnya
.....

huruf hijaiyyah pada awal surat maka As-Suyuthi
[5]mengatakan bahwa huruf hijaiyah termasuk rahasia yang hanya diketahui Allah SWT. Sekalipun demikian ada beberapa ulama yang mencoba mengungkapnya.

Ibn Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat-ayat pembuka surat pun tentu saja memiliki makna. Seandainya kita terpelihara dari berbuat kesalahan niscaya kita akan dapat mengungkapkan maknanya.[6] Diantaranya maknanya :

1. Merupakan nama-nama Allah SWT. Ini berdasarkan dari riwayat Yang dikeluarkan Ibnu Jurair dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Ia (huruf hijaiyah) adalah nama Allah yang terbesar.” Juga riwayat lainnya dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Alif lam mim, tha sin mim, min nun dan yang serupa adalah sumpah yang dengannya Allah bersumpah, yaitu termasuk nama-nama Allah.”

2. Merupakan nama-nama Al-Qur’an.

3. Merupakan nama-nama Surat. Abdurrahman Al-Bagdadi[7], mengatakan bahwa huruf mu’jam diawal surah merupakan nama surah. Karena dalam istilah ulama ilmu nahwu ia adalah apa yang menunjukkan makna terhadap yang lainnya & jika tidak bergandengan dengan yang lain maka tidak ada maknanya. Dan dalam huruf-huruf mu’jam yang terdapat diawal surat sungguh bergandengan dengan huruf yang lain.

4. Merupakan peringatan sebagaimana didalam panggilan, tetapi ia tidak memakai kata-kata biasa. Karena Al-Qur’an adalah kalam yang berbeda dengan kalam yang lainnya.

5. Menunjukkan bahwa Al-Qur’an disusun dari huruf-huruf yang diketahui & dikenal orang Arab, sebagai penggugah & bukti ketidakmampuan mereka menirunya walaupun huruf yang dipakai Al-Qur’an telah mereka ketahui & kenali.